Ada Pemilu dan Ramadan, Ekonomi RI Diramal Capai 5,1% di Kuartal I

Rabu, 13 Maret 2024 | 09:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pertumbuhan ekonomi nasional pada tiga bulan pertama atau kuartal I tahun 2024 dinilai cukup positif. Hal ini didorong oleh adanya momen Pemilu sekaligus Ramadan.

Ekonom dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita mengatakan, di kuartal I ini terdapat momen Pemilu dan dua jenis bansos yang dirapel untuk tiga bulan.

"Artinya, proyeksi konsumsi rumah tangga cukup baik di kuartal I, berkat intervensi pemerintah dan pemilu," ujar Ronny seperti dikutip, Rabu (13/3/2024).

Hanya saja, kata Ronny, dari sisi performa investasi dan ekspor diperkirakan tak terlalu baik. Sebab investasi di awal belum dinamis sementara ekspor masih tertekan perlambatan ekonomi global.

"Jadi, pertumbuhan kuartal I 2024 berpotensi mencapai 4,95% - 5,1%," imbuh dia.

Ronny tak menampik, momen Ramadan dan Lebaran cukup berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Tetapi, lanjut dia, pengaruhnya terbilang normal seperti tahun-tahun sebelumnya.

Apalagi, dalam beberapa kuartal ke belakang, pertumbuhan konsumsi tercatat masih belum terlalu tinggi, setara atau di bawah pertumbuhan ekonomi.

"Artinya, untuk pertumbuhan tahunan, pengaruhnya (Ramadan dan Lebaran) masih terbilang standar dan normal saja, karena selain ada beberapa faktor pendorong, juga terdapat faktor penekan, terutama inflasi volatile foods," kata Ronny.

Lebih lanjut, Ronny menambahkan, konsumsi rumah tangga di Ramadan dan Lebaran sektor yang paling diuntungkan di antaranya barang habis pakai (consumer goods), manufaktur dan transportasi.

"Namun secara keseluruhan di tahun ini, beberapa sektor berpotensi bersinar, mulai dari manufaktur, konstruksi, perdagangan, informasi telekomunikasi, transportasi, pariwisata, dan perbankan," pungkas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: