Kementan Bidik Tumpang Sari Padi Gogo-Sawit dan Kelapa Seluas 500 Ribu Ha

Rabu, 6 Maret 2024 | 15:44 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pertanian (Kementan) berencana menerapkan sistem tumpang sari yakni dengan menyelipkan tanaman padi gogo di 500 ribu hektare (ha) lahan kelapa sawit dan kelapa di seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi menuturkan, sistem tumpang sari padi gogo di lahan kelapa sawit dan pohon kelapa yang bernama Kestatria ini sejalan dengan program akselerasi dan percepatan program peremajaan sawit rakyat (PSR), juga sebagai bagian dari langkah strategis mengantisipasi dampak El-Nino.

"Tumpang sari dengan menanam padi gogo sebagai langkah strategis mengantisipasi dampak El-Nino," ujar Harvick dalam Rapat Koordinasi Nasional Akselerasi Peremajaan Sawit Rakyat di Jakarta, Rabu (6/3/2024).

Lahan sawit yang bakal ditanami padi gogo adalah lahan yang dimiliki oleh beberapa perusahaan. Di antaranya perusahaan BUMN PalmCo seluas 5.000 ha, suporticongCo seluas 10 ribu ha, lahan perusahaan anggota Gapki seluas 3.550 ha dan lahan petani anggota Apkasindo seluas 67.400 ha. Nantinya, program menyelipkan penanaman padi gogo akan menggunakan benih berkualitas dengan menerapkan Good Agriculture Practices.

Sejak 2017, sebanyak 327.065 ha rekomendasi teknis telah diterbitkan Ditjen Perkebunan Kementan. "Kita masih perlu terus dorong agar konsistensi pemenuhan produksi bahan baku terus terjaga dan berkelanjutan," ujarnya.

Kementan berharap ke depannya seluruh stakeholder kelapa sawit khususnya kepada pimpinan pemerintah daerah, perusahaan perkebunan kelapa sawit, pimpinan perbankan, dan asosiasi untuk dapat bersinergi bahu-membahu mendukung program PSR agar dapat berjalan dengan optimal. Lebih lanjut, program Kesatria di lahan 500 ribu ha kelapa sawit diproyeksikan dapat memberikan tambahan produksi sebesar 1 juta ton padi gogo.

"Program Kesatria itu diharapkan dapat memberikan tambahan produksi sebanyak 1 juta ton," kata Harvick.

Dirjen Perkebunan Andi Nur Alam Syah menjelaskan, nantinya padi gogo tersebut akan ditanam 300 ribu ha di lahan kebun sawit yang sedang peremajaan dan 200 ribu ha lahan kelapa. "Jadi, 300 ribu hektare di kebun sawit dan 200 ribu hektare lahan kelapa. Benihnya gratis," kata Nur Alam.

Penanaman padi gogo ini, kata Nur Alam, merupakan upaya pemerintah mengoptimalkan lahan sawit dan kelapa serta menambah pernghasilan bagi pekebun selama masa peremajaan sawit dan kelapa.Ini sebagai upaya menjaga ketahanan pangan akibat dampak perubaha iklim, yang jika tidak lakukan upaya khusus akan berakibat krisis pangan.

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil indetifikasi Ditjenbun tersedia lahan PSR yang dapat dioptomalkan seluas 1 juta ha. Kemudian setelah diverifikasi diperoleh lahan yang bisa ditumpang sarikan padi gogo 540 ribu ha.

Sebagai informasi, padi gogo adalah jenis padi yang ditanam di lahan kering.Sistem pengairannya hanya berasal dari air hujan, berbeda dengan padi pada umumnya. Namun, padi gogo memiliki masa panen lebih lama yakni 159 hari. kbc11

Bagikan artikel ini: