Kunjungi Apindo Jatim, Konjen China di Surabaya Minta Jaminan Keamanan Investasi

Jum'at, 1 Maret 2024 | 09:35 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur menerima kunjungan Konjen China untuk Surabaya, Xu Yong pada Kamis (29/2/2024), di Kantor Apindo Jawa Timur di Surabaya. Pada pertemuan ini, sebanyak 15 anggota Apindo Jatim hadir berdiskusi dan memberikan pandangan tentang pertumbuhan ekonomi dan prospek bisnis di Indonesia, khususnya di Jatim.

Xu Yong mengatakan terkesan dengan kekompakan dan beberapa agenda yang dijalankan Apindo. Xu Yong mengaku sudah dua kali melakukan pertemuan dengan Apindo Jatim. Sejauh ini pihaknya melihat kondisi di Jatim aman sehingga bisa memberikan kenyamanan dalam berinvestasi.

"Hubungan Indonesia - China dalam 10 tahun terakhir cukup bagus. China menjadi mitra pertama dan terbesar di Indonesia. Salah satu bentuk kerjasama yang sudah terwujud adalah kereta cepat Jakarta - Bandung," papar Xu Yong.

Pihaknya berharap, dari pertemuan dengan Apindo bisa menjamin lingkungan investasi di Jatim aman sehingga bisa menarik banyak investor Tiongkok ke Jatim.

"Dan, kami dari Konsulat siap membantu dari segi Visa. Kami juga harus bekerjasama dengan pemerintah dan Gubernur untuk kelancaran investasi. Untuk itu, Apindo sebagai asosiasi pengusaha yang punya kekuatan besar diharapkan bisa membantu China berinvestasi di sini (Jatim)," lanjutnya.

Sementara Ketua Apindo Jatim, Eddy Widjanarko mengatakan pihaknya optimis, di tahun 2024 pertumbuhan ekonomi Jatim akan ada kenaikan 5,2% dibanding tahun lalu.

"Ini karena salah satunya di Gresik ada Smelter Freeport. Sekarang sudah 98% selesai. Bulan Mei diharapkan sudah memproduksi baterai, emas, dan nikel. Ditambah, tahun ini dan tahun depan akan banyak delegasi Tiongkok datang ke Indonesia," ujar Eddy. Menurut Eddy, saat ini banyak investasi besar masuk Indonesia.

Ia menuturkan, tugas utama Apindo mencari investor masuk ke Jatim. Kedua, melakukan pelatihan atau peningkatan SDM agar bisa bekerjasama dengan berbagai negara.

"Sejauh ini kita sudah ada peluang kerjasama dengan Jepang, Jerman, dan China. Kita sendiri juga diundang kunjungan ke China untuk mencari partner (bisnis) yang ada di Indonesia," tambahnya.

Dari pertemuan ini, pihaknya berharap Apindo sebagai satu-satunya organisasi yang bisa mendapatkan banyak informasi baik tentang kelangsungan industri maupun perdagangan dari Jatim, maka dia ingin supaya kerjasama itu bisa dilakukan dengan baik.

"Ini pertemuan kedua kali, tahun lalu membahas kunjungan pengusaha besar dari daerah China, di mana kita sebagai tuan rumah membantu partner-partner usaha supaya mereka itu tahu kondisi di Indonesia, kondisi investasi, dokumentasi, legalitas segala macam, kemudian bagaimana kita bisa mencarikan supaya ada join partner, lokasi-lokasi mana yang kita pilih untuk mereka, dan sebagainya. Itu yang pertama tahun lalu," urainya.

Untuk tahun ini, dari beberapa delegasi asal Tongkol yang datang ke Indonesia sudah banyak yang berinvestasi terutama di industri-industri kecil.

"Negara China menjadi partner usaha terbesar bagi Indonesia jadi kondisi China itu sangat penting. Kita juga ingin mengetahui kondisi perdagangan, perindustrian, pertumbuhan ekonomi di China yang kemudian menjadi antisipasi kita untuk bagaimana langkah ke depan, usaha-usaha apa yang menarik, usaha-usaha apa yang maju, ada teknologi apa yang terbaru, apa segala macam bisa kita antar dibawa ke Indonesia," urai Eddy.

Mengenai prospek bisnis di Jatim sendiri Eddy mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jatim selama ini berhasil lebih tinggi dari nasional, di mana industri-industri yang ada di Jatim saat ini masuk golongan industri terbesar untuk provinsi dan investasi seperti Smelter Freeport, industri gelas Xinyi, dan ada beberapa yang lain itu tentu akan memberikan motivasi yang baik dan bisa mengangkat ekonomi Jatim lebih baik.

Di Jatim sendiri meningkatnya pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh industri menengah dan industri padat karya.kbc6

Bagikan artikel ini: