Lambat di Awal Tahun, Penjualan Mobil Nasional Diyakini Kembali 'Ngegas'

Jum'at, 1 Maret 2024 | 07:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Meski mengalami perlambatan di awal tahun 2024, namun penjualan mobil nasional dinilai masih cukup terbuka hingga akhir tahun 2024.

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (pabrik ke dealer) tercatat sebanyak 69.619 unit pada Januari 2024 atau turun 26,1% year on year (YoY) dibandingkan realisasi penjualan Januari 2023 yakni 94.270 unit.

Bersamaan dengan itu, penjualan ritel (dealer ke konsumen) mobil nasional juga berkurang 13,9% YoY menjadi 78.214 unit pada Januari 2024, dari sebelumnya 90.892 unit.

Pengamat Otomotif Bebin Djuana menilai, penurunan penjualan mobil nasional pada Januari lalu sebenarnya cukup wajar terjadi. Ini mengingat banyak konsumen yang menahan diri atau wait and see untuk membeli mobil baru seiring perhelatan Pemilu 2024 yang atmosfernya terasa selama berbulan-bulan.

"Perputaran penjualan di bidang otomotif baik yang baru maupun bekas sempat terganggu selama Pemilu," ujar dia baru-baru ini.

Bebin pun berharap penjualan mobil di Indonesia tetap mampu mencapai lebih dari 1 juta unit pada 2024. Selain suhu politik Indonesia yang mulai mereda pasca pemungutan suara, kehadiran sejumlah merek mobil baru yang meramaikan pasar diyakini dapat memantik permintaan yang tinggi dari konsumen.

Sebelumnya, Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto menyebut, penurunan penjualan mobil di Indonesia pada bulan lalu disebabkan oleh efek pertumbuhan ekonomi nasional yang juga mengalami perlambatan. Suku bunga acuan dan inflasi yang masih tinggi juga membuat sebagian konsumen memilih untuk menahan diri atau menunda pembelian mobil baru pada awal 2024.

Terlepas dari itu, Gaikindo tetap percaya diri target penjualan mobil nasional sebanyak 1,1 juta unit pada akhir 2024 dapat tercapai. kbc10

Bagikan artikel ini: