BI Sebut Inflasi Global Masih Tertahan, Lampu Kuning buat Ekonomi RI?

Jum'at, 1 Maret 2024 | 07:00 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) mengingatkan bahwa inflasi global masih sulit bergerak turun ke level rendah. Hal ini tentu dikhawatirkan akan berpengaruh pada perekonomian nasional.

Deputi Gubernur BI Juda Agung mengatakan, penyebab inflasi global tertahan untuk turun adalah karena data tenaga kerja Amerika Serikat yang masih kuat, sehingga biaya tenaga kerja masih tinggi.

Disamping itu, eskalasi ketegangan geopolitik juga masih belum usai dan masih belum ada perkiraan kapan akan berakhir.

"Jadi kita perlu khawatirkan adalah di sisi inflasi global, di sini kelihatan bahwa penurunan inflasi global itu masih tertahan," kata Juda dalam agenda Economic Outlook 2024, dikutip Kamis (29/2/2024).

Kemudian, indeks waktu pengiriman pasokan juga mengalami peningkatan, sehingga menahan penurunan inflasi global yang beberapa bulan sebelumnya sudah dalam tren penurunan.

Menurut Juda, faktor tersebut pula yang menyebabkan ketidakpastian di pasar keuangan global masih tinggi.

Terlihat dari dari indeks dolar AS (DXY) yang menguat di angka 104,1 atau naik 0,18% pada awal Februari 2024. Kemudian yield US Treasury bertenor 10 tahun masih di atas 4,59%. Faktor tersebut yang menunjukkan kondisi ketidakpastian. kbc10

Bagikan artikel ini: