Ada Lebaran, Tren Inflasi Diramal Meningkat Hingga Kuartal I-2024

Rabu, 28 Februari 2024 | 08:22 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Laju inflasi di Tanah Air pada Februari 2024 diprediksi meningkat bila dibandingkan dengan Januari 2024.

Kepala Ekonom PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Banjaran Surya Indrastomo mencatat, inflasi pada Februari 2024 berpotensi mencapai 0,28% secara bulanan atau mom, setelah pada bulan sebelumnya tercatat 0,04% mom.

Menurutnya, tren kenaikan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) diyakini dalam tren meningkat, setidaknya hingga akhir kuartal I-2024.

"Ini sejalan dengan dampak seasonal, yaitu hari besar keagamaan nasional (HBKN) menjelang Idul Fitri," kata Banjaran seperti dikutip, Rabu (28/2/2024).

Yang menjadi bintang dalam kenaikan harga pada periode tersebut adalah kelompok harga bergejolak atau volatile food.

Banjaran menyoroti beberapa harga pangan yang naik dalam beberapa waktu terakhir, seperti beras premium naik 0,61%, minyak goreng sawit curah naik 0,65%.

Kemudian daging ayam ras naik 0,53%, telur ayam ras naik 1,63%, juga cabai merah besar naik 2,83% dan bawang putih naik 0,25%.

Agar inflasi pangan tak makin liar, maka Banjaran menyarankan agar pemerintah perlu ambil aksi. "Perlu menjaga ketersediaan bahan pangan agar terjangkau. Beberapa harga pangan (yang sudah disebutkan)," ujar Banjaran.

Meski demikian, Banjaran melihat sudah ada hasil dari upaya pengendalian harga yang dilakukan oleh otoritas lewat intervensi di pasar maupun langsung ke level rumah tangga.

Ini terlihat dari capaian inflasi volatile food secara tahun ke tahun atau year on year (yoy) yang melandai dari bulan sebelumnya. Dia memperkirakan, inflasi volatile food pada Februari 2024 sebesar 6,29% yoy, atau melandai dari 7,22% yoy pada Januari 2024.

Lebih lanjut, secara keseluruhan, tingkat inflasi umum IHK pada Februari 2024 diyakini berada di kisaran 2,66% yoy, atau naik tipis dari 2,62% yoy pada bulan sebelumnya. kbc10

Bagikan artikel ini: