BI Sebut Ekonomi Global Belum Pulih dari Ketidakpastian

Sabtu, 24 Februari 2024 | 09:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) menyebut sampai dengan saat ini kondisi perekonomian global masih dibayang-bayangi ketidakpastian. Hal ini disebabkan oleh berbagai peristiwa yang mengakibatkan prospek ekonomi dunia tidak menentu.

"Dalam ekonomi global ini ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian kita semua, karena sebenarnya semua ini menggambarkan ekonomi global itu belum pulih dari ketidakpastian," kata Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti seperti dikutip, Sabtu (24/2/2024).

Destry menjelaskan, fenomena pertama yang mewarnai dinamika global ialah tensi geopolitik yang terjadi di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Konflik antara Ukraina dan Rusia serta Israel dengan Hamas telah mengakibatkan disrupsi rantai pasok global.

Teranyar, konflik yang terjadi di Timur Tengah membuat distribusi melalui Terusan Suez yang berada di antara Laut Tengah dan Laut Merah terganggu. Imbasnya, rantai pasok sejumlah negara, khususnya di Eropa, semakin terganggu.

"Yang biasanya melalui Terusan Suez akhirnya harus berputar karena adanya konflik di middle east dan itu mengakibatkan terganggunya arus barang," ujar Destry.

Fenomena lain yang perlu menjadi perhatian ialah tingkat suku bunga acuan tinggi bank sentral negara maju, yang masih akan berlangsung, atau biasa disebut higher for longer.

Destry bilang, meskipun tingkat suku bunga acuan berbagai negara sudah mencapai puncaknya, belum dapat dipastikan kapan bank sentral bakal menurunkannya. "Sekarang masalahnya adalah kapan timingnya, dan berapa besar The Fed (bank sentral AS) akan mulai menurunkan suku bunganya," kata dia.

Momen higher for longer kemudian berimbas terhadap laju pertumbuhan ekonomi. BI memproyeksi, pertumbuhan ekonomi pada tahun ini melambat menjadi 2,8 persen, dari tahun 2023 diprediksi sebesar 3 persen.

Bukan hanya pertumbuhan yang melambat, perekonomian dunia juga menunjukan adanya fragmentasi. Salah satu buktinya ialah oleh laju pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang terjaga, sementara di sisi lain China serta beberapa negara Eropa mengalami pelemahan ekonomi.

"Apa yang terjadi di ekonomi global paling tidak akan mempengaruhi perekonomian kita, baik itu di sektor keuangan kita maupun sektor riil kita," ucapnya. kbc10

Bagikan artikel ini: