Apical Perkuat Ekosistem Bisnis UMKM Pangan Olahan

Selasa, 20 Februari 2024 | 22:40 WIB ET
Market Development Manager Apical Group, George Tjiptamustika
Market Development Manager Apical Group, George Tjiptamustika

JAKARTA, kabarbisnis.com: Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berkontribusi hingga 61% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Bukan hanya itu, UMKM mampu menyerap hingga 97% tenaga kerja di Tanah Air.

Market Development Manager Apical Group, George Tjiptamustika menuturkan, besarnya partisipasi UMKM tersebut nampak, bahkan ketika Covid-19 beberapa tahun lalu membuat limbung pertumbuhan sebagian sektor industri dan jasa. Namun, denyut nadi ekonomi masyarakat hingga di kota dan kabupaten terus bergerak. Uniknya, peran itu diantaranya justru dimainkan para wanita bekerjasama dalam sektor pangan olahan seperti roti dan kue.

Melihat hal tersebut, menurut George, Apical Group-produsen minyak sawit midstream berupaya mendukung penguatan ekosistem bisnis UMKM sektor pangan olahan. "Saya amati dinamika bisnisnya (UMKM red) memang pesat. Tapi sayangnya banyak juga yang tumbang," ujar George dalam Apical Annual Media Meet up di Jakarta, Selasa (20/10/2024).

Salah satu upaya yang dilakukan perusahaan dengan menggencarkan program "Kreasi Rasa" sepanjang tahun 2023 disejumlah kota/kabupaten di Jawa dan Madura. Melalui program tersebut, Apical menghadirkan technical baker dan chef untuk mendemonstrasikan berbagai produk makanan yang inovatif dan berkualitas.

Para pelaku UMKM sekaligus pelanggan toko bahan kue menjadi target pelatihan pelatihan. Tentunya diharapkan terdapat transfer ilmu memasak dan mengolah menggunakan produk olahan minyak sawit. Seperti penggunaan functional dan speciality fats sebagai bahan baku, kualitas dan variasi produk UMKM pun mampu meningkat sekaligus membuka peluang pasar baru.

Melalui kolaborasi bersama UMKM, Apical berharap dapat membantu menggairahkan pertumbuhan UMKM di sektor industri makanan sekaligus memperkuat citra dari brand Apical, terutama Vitas, Medalia, dan Frybest. Selain itu, kolaborasi dengan UMKM setempat juga memberikan kesempatan kepada masyarakat luas, termasuk di dalamnya UMKM, untuk mengeksplor berbagai makanan kreasi dari produk Apical.

Sementara itu untuk target 2024, sebut George, salah satunya meningkatkan jumlah mitra distributor di Pulau Jawa sebagai fokus membuka distribusi baru di luar Jawa, terutama di Sumatera. Atas hal tersebut, Apical menargetkan penambahan hingga 55 distributor besar dari jumlah yang saat ini sebanyak 34 distributor.

"Penguatan jumla distributor untuk memberikan kepastian bagi UMKM memperoleh bahan baku untuk pembuatan kue dan roti. Kami juga akan terus menggelar berbagai kegiatan baking demo secara berkelanjutan dengan berkolaborasi dengan UMKM, Pemerintah daerah, serta industri pangan lainnya, tak hanya di pulau Jawa tapi juga Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi," terangnya.

"Selain kegiatan kolaborasi kami juga menargetkan untuk menggelar kegiatan demo mandiri yang berfokus pada pulau Jawa terlebih dulu di tahun ini. Terakhir, kami berusaha menetapkan strategi penetapan harga yang efisien agar lebih kompetitif," tambah George.

George mengakui sebagai pemain baru produk hilir minyak sawit ,serapan pasar domestik belum mencapai 10%. Pasalnya, produk hilir minyak nabati Apical ini telah lebih dahulu merambah pasar ekspor.

Namun dengan upaya penambahan fasilitas produksi, pergudangan juga packing serta penambahan jaringan distribusi dia optimis mampu menargetkan produksi hingga 20 ribu ton dari kapasitas saat ini sebesar 6.000 ton.

Head of Government and Industry Relations Apical Group, Manumpak Manurung mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung h mendukung program hilirisasi dengan memperluas jangkauan produknya. Dengan investasi fasilitas produksi senilai US$1 miliar di Dumai, Riau ditahun 2021 lalu telah dilengkapi dengan teknologi pemrosesan terkini, memastikan efisiensi dan keberlanjutan produksi. Dengan kapasitas yang ditingkatkan, Apical berharap dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional akan produk minyak sawit olahan berkualitas tinggi.

"Investasi ini merupakan langkah strategis Apical dalam mendukung visi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah industri minyak sawit. Kami percaya bahwa melalui hilirisasi, kami dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan UMKM," pungkas Manumpak. kbc11

Bagikan artikel ini: