Targetkan 96 Pengguna Jasa Karbon di 2024, Ini Strategi BEI

Selasa, 20 Februari 2024 | 08:20 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan jumlah pengguna jasa karbon bisa mencapai 96 partisipan pada 2024. Hal ini setara dengan pertambahan jumlah pengguna sebanyak dua kali lipat.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik per Januari 2024, BEI mencatatkan pengguna jasa bursa karbon kini mencapai 46 partisipan. Dari jumlah tersebut, perusahaan publik (listed companies) dan anak perusahaan (subsidiaries) mendominasi sektor sebanyak 26%.

Sisanya, BUMN dan anak perusahaan non listed sebanyak 15%, anggota bursa 9%, dan lainnya sebanyak 50%.

Hingga saat ini, Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik berharap, emiten mulai bisa menyusun road map terkait Net Zero Emission (NZE) tersebut.

"Karena investor utamanya asing saat ini tidak hanya memperhatikan faktor financial performance dalam keputusan investasi mereka. Tapi juga ftor ESG," kata Jeffry seperti dikutip, Selasa (20/2/2024).

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan jumlah pengguna jasa bursa karbon bisa melebihi 100 pada 2024. Hal ini setara dua kali lipat dari capaian tahun 2023.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, target ini bisa tercapai bila integrasi sistem Apple Gatrik dengan sistem registrasi nasional pengendalian perubahan iklim (SRN-PPI) sidah terwujud.

"Kalau pengguna jasa menjadi lebih dari 100, kami optimistis. Target kami adalah penambahan 50, paling tidak. Artinya, kalau di akhir tahun kemarin itu 46, akhir tahun 2024 paling tidak 96. Ya silahkan ditambah," ujar Jeffrey.

Jeffrey berharap, sinkronisasi kedua layanan tersebut dapat meningkatkan suplai di SRN-PPI ke depannya. Bila suplai di SRN-PPI meningkat, pilihan bagi permintaan di bursa karbon tentu ikut meningkat.

"Ya kami harapkan dengan adanya pilihan-pilihan itu, ya demand juga bisa meningkat," tandas Jeffrey. kbc10

Bagikan artikel ini: