Gaikindo Sambut Baik Rencana Pemerintah Kaji Insentif Mobil Hybrid

Senin, 19 Februari 2024 | 08:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut baik rencana pemerintah untuk memberikan insentif untuk mobil listrik berteknologi hybrid.

Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan, memang sudah sewajarnya pemberian insentif juga ditujukan kepada mobil hybrid. Hal ini lantaran mobil hybrid juga sudah hemat bahan bakar minyak (BBM) dan rendah polusi.

"Kalau bisa diberikan insentif maka penjualan akan meningkat pesat, karena harga jualnya juga lebih terjangkau dibanding mobil listrik," kata Jongkie seperti dikutip, Senin (19/2/2024).

Apalagi, kata Jongkie, mobil hybrid juga tidak memerlukan infrastruktur tambahan seperti pengisian baterai kendaraan listrik (charging station).

Sementara itu, Kepala Pusat Industri Perdagangan dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho sepandapat, insentif juga perlu diberikan kepada konsumen mobil hybrid, apalagi daya beli masyarakat sedang tumbuh.

Namun, perlu dilihat urgensi dari pemberian insentif tersebut. "Pemberian insentif (mobil hybrid) ini ada urgensinya sendiri, apakah ini hanya akan mendorong penjualan atau memang ada target-target lain," kata Andry.

Andry meyakini, pemberian insentif tersebut akan mendorong penjualan mobil hybrid seperti yang berkaca pada pemberian insentif yang sudah digelontorkan untuk mobil listrik berbasis baterai untuk battery electric vehicle (BEV).

"Ini yang menurut saya juga harus diberikan insentif. Artinya kita ingin mendorong agar produksi kendaraan itu bisa dimaksimalkan untuk kegiatan ekspor. Bukan hanya di dalam negeri saja," imbuhnya. 

Berdasarkan data Gaikindo tercatat sepanjang 2023 penjualan domestik mobil listrik mencapai 17.147 unit dan ekspor mobil listrik sebesar 1.504 unit.

Lebih lanjut, penjualan mobil hybrid sepanjang tahun 2023 mencapai sebanyak 54.656 unit dan ekspor mobil hybrid sebesar 27.710 unit.

"Ini harus didetail lagi insentif yang diberikan. Yang menurut saya perlu diberikan ya bagaimana ketika produksinya didorong untuk ekspor maka mungkin akan mendapatkan insentif, lalu yang kedua adalah masalah komponen lokal yang digunakan dalam mobil tersebut. Itu bisa diberikan insentif," terang Andry. 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah akan mengkaji pemberian insentif untuk mobil listrik berteknologi hybrid.

Hanya saja, dirinya tidak menjelaskan secara detail skema maupun kapan insentif tersebut akan diberikan. Namun yang jelas, wacana pemberian insentif tersebut masih akan dikaji.

"Akan dikaji (insentif mobil hybrid)," ujar Airlangga. kbc10

Bagikan artikel ini: