KPPU Ingin Jasa Penyediaan Avtur Terbuka bagi Swasta

Selasa, 6 Februari 2024 | 17:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) merekomendasikan pembukaan jasa penyediaan avtur kepada badan usaha atau swasta. Dengan cara ini, harga tiket pesawat diyakini mampu diturunkan.

Kepala KPPU Fanshurullah Asa menuturkan, penyebab tingginya harga tiket pesawat adalah monopoli pemasokan avtur yang dikuasai Pertamina. Praktik ini membuat harga avtur dalam negeri lebih tinggi hingga 43% dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya pada Desember 2023.

Fanshurullah mengatakan, pihaknya telah merekomendasikan pembukaan jasa penyediaan avtur sejak 2008.Rekomendasi yang sama terus diberikan pada 2016 dan 2023.

"Pembukaan penyediaan avtur dapat menekan harga avtur di dalam negeri.Kami sudah buat surat resmi ke Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terkait kajian kami," kata Fanshurullah di Jakarta, Selasa (6/2/2024).

Inti kajian terkait monopoli avtur adalah pemerintah perlu merevisi Peraturan BPH Migas Nomor 13 Tahun 2008. Beleid tersebut, menurut dia, membuat Pertamina menguasai pasar avtur nasional secara alami.

Padahal, sebelum ada aturan itu penyediaan bahan bakar tersebut dilakukan pula PT Shell Indonesia. Revisi aturan akan membuka pelaku usaha dapat bersaing dalam menyediakan avtur di dalam negeri.

Fanshurullah menawarkan dua skema peningkatan persaingan usaha penyediaan avtur di dalam negeri. Pertama, pemanfaatan fasilitas penyimpanan avtur terbuka atau open access. Kedua, kerja sama pelayanan bahan bakar minyak (BBM) oleh dua perusahaan atau lebih dalam tangki penyimpanan yang sama atau co-mingle.

Langkah itu dapat menekan harga tiket pesawat untuk penerbangan domestik. Dia menghitung harga avtur berkontribusi hingga 45% dari tarif tiket pesawat di dalam negeri.

Dengan kata lain, penurunan harga avtur otomatis akan menekan harga tiket pesawat nasional. Anggota KPPU Mohammad Reza menekankan pembukaan pasar penyedia avtur tidak sama dengan memberikan perlakuan khusus pada industri migas asing.

Justru langkah ini dapat memperlancar perpindahan barang di dalam negeri.Di samping itu, dampak penurunan harga avtur akan besar pada industri pariwisata nasional.

"Data yang kami peroleh, berkurangnya ongkos penerbangan 10% akan meningkatkan performa industri pariwisata lebih dari 10%," pungkasnya. kbc11

Bagikan artikel ini: