Kredit Macet Pinjol Diprediksi Naik di 2024, Ini Alasannya

Jum'at, 19 Januari 2024 | 09:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sejumlah fintech peer to peer (P2P) lending alias pinjaman online (pinjol) terpantau memiliki TWP90 di atas 5% sejak akhir tahun lalu.

Pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda memprediksi kredit macet industri akan cukup naik pada 2024. Dia bilang, prediksi itu datang berdasarkan angka TWP90 sejumlah perusahaan fintech P2P lending yang meningkat karena mengalami masalah kredit macet, terutama yang berkaitan dengan risiko tinggi seperti pembiayaan untuk pertanian. 

"Jadi, secara individual ada yang bermasalah. Oleh karena itu, kredit macet industri akan cukup naik pada tahun ini," katanya beberapa waktu lalu.

Nailul menambahkan, pada tahun ini, platform fintech P2P lending harus mewaspadai borrower usia muda dan usaha produktif. 

Oleh karena itu, dia bilang perlu penerapan sistem credit scoring yang lebih valid dan akuntabel dengan menggunakan data pembanding yang cukup memadai. Bukan sebagai data utama, kata dia, sebagai pembanding saja apakah borrower tersebut layak diberikan pinjaman atau tidak. Dengan demikian, angka kredit macet bisa ditekan.

Sebagai informasi, OJK mencatat tingkat risiko kredit macet secara agregat atau yang dikenal dengan TWP90 dalam kondisi terjaga di level 2,81% pada November 2023, sedangkan Oktober 2023 sebesar 2,89%. kbc10

Bagikan artikel ini: