KCIC Bidik Layani 31 Ribu Penumpang Kereta Cepat per Hari di 2024

Kamis, 18 Januari 2024 | 12:22 WIB ET

BANDUNG, kabarbisnis.com: PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menargetkan bisa melayani 31.000 penumpang Kereta Cepat Whoosh per hari pada 2024.

Manager Corporate Communication KCIC Emir Monti mengatakan berdasarkan proyeksi kajian dengan Pusat Pengujian, Pengukuran, Pelatihan, Observasi dan Layanan Rekayasa Universitas Indonesia (Polar UI) Kereta Cepat Whoosh mampu melayani 31 ribu penumpang dengan 68 perjalanan per hari.

"Bahwa potensi penumpang kereta cepat yang dapat dialihkan dari jalan raya itu sekitar 11 persen yaitu sebanyak 31 ribu penumpang per hari dan dapat diakomodir melalui jumlah perjalanan sebanyak 68 perjalanan," kata Emir seperti dikutip, Kamis (18/1/2024).

Emir mengatakan, saat ini KCIC terus berupaya untuk menambah jumlah perjalanan kereta cepat dengan meningkatkan sejumlah pelayanan, fasilitas di stasiun maupun menghadirkan promosi yang menarik bagi penumpang.

"Saat ini memang perjalanan kita kan masih terbatas di 40 perjalanan per hari dengan volume masih di sekitar 15-17 ribu per hari. Sehingga secara bertahap kita akan terus naikkan baik jumlah perjalanannya, okupansinya, dengan berbagai peningkatan pelayanan," kata Emir.

Lebih lanjut, pihaknya mencatat sejak dioperasikan pada 17 Oktober 2023, jumlah penumpang Kereta Cepat Whoosh telah mencapai 1,3 juta penumpang.

Emir mengatakan, dengan pencapaian selama tiga bulan ini menunjukkan tingginya permintaan masyarakat akan transportasi umum yang modern serta dirinya optimis bahwa perkembangan jumlah penumpang akan terus bertambah.

"Jadi masyarakat merasa cukup nyaman untuk menggunakan kereta cepat ini untuk berwisata di Bandung satu hari, atau melakukan pekerjaan bisnis di Jakarta satu hari dan kembali di hari yang sama," katanya.

Selain itu, lanjut dia, KCIC juga telah menyediakan fasilitas park and ride yang aman dan nyaman bagi penumpang di stasiun Kereta Cepat Whoosh untuk memudahkan penumpang yang bepergian diantara Jakarta dan Bandung hanya dalam satu hari.

"Jadi memang karena sangat efisien perjalanannya, sehingga lebih mudah untuk mereka melakukan perjalan pulang pergi dan kita juga sudah sediakan integrasi antarmoda, kemudian ada park and ride di stasiun yang cukup luas," kata dia. kbc10

Bagikan artikel ini: