OJK Ingatkan Perbankan soal Potensi Transaksi Janggal Parpol

Senin, 15 Januari 2024 | 16:10 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan sektor perbankan terkait adanya potensi transaksi janggal oleh partai politik, memasuki tahun Pemilu di 2024.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae pun telah meminta perbankan untuk mengidentifikasi potensi rekening nasabah atau calon nasabah disalahgunakan, salah satunya terkait transaksi janggal oleh partai politik melalui rekening perbankan.

Dian bilang, proses pemeriksaan atas transaksi janggal terkait dengan pemilu dapat dilakukan salah satunya melalui pemeriksaan terhadap transaksi nasabah berisiko tinggi yang memiliki eksposur politik (Politically Exposed Person/PEP).

"OJK akan terus menjaga integritas sistem keuangan dan senantiasa memperkuat pengawasannya serta melakukan koordinasi secara aktif dengan Kementerian dan lembaga menindak aktivitas judi online maupun tindak pidana lainnya termasuk potensi transaksi janggal oleh partai politik," kata Dian, belum lama ini.

OJK juga meminta perbankan untuk memperbaharui dan memperkuat parameter pada sistem Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal yang dimiliki agar mampu mendeteksi anomali transaksi.

Di samping itu, perbankan juga diminta untuk senantiasa mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Peraturan OJK Nomor 17 Tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum. 

Dian menegaskan, penerapan tata kelola yang baik merupakan hal yang sangat fundamental dalam pengelolaan kegiatan usaha suatu bank untuk dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan dengan mengedepankan nilai, etika, prinsip, dan menjunjung tinggi integritas. kbc10

Bagikan artikel ini: