Ada Pemilu, Pengusaha Prediksi Investor Cenderung Wait and See di 2024

Rabu, 27 Desember 2023 | 12:39 WIB ET
Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Khamdani
Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Khamdani

JAKARTA, kabarbisnis.com: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memprediksi pada masa transisi kepemimpinan nasional tahun depan, investor akan cenderung wait and see dalam merealisasikan investasinya.

Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Khamdani mengatakan, ketidakpastian dalam masa transisi kepemimpinan menjadikan investor cenderung menahan investasinya.

"Kami memproyeksikan di tahun depan tingkat wait and see realisasi investasi akan mencapai puncaknya dan akan sangat tergantung pada proses transisi kepemimpinanya," kata Shinta seperti dikutip, Selasa (26/12/2023).

Shinta memproyeksikan realisasi investasi bisa mulai tumbuh positif pada kuartal III sampai dengan kuartal IV jika masa transisi berjalan dengan baik dan kondusif.

Dia memperkirakan, realisasi penanaman modal ini relatif masih berada ditingkat moderat atau lambat tidak eksponensial, dan terdapat peluang besar bahwa realisasi investasi tahun depan akan lebih banyak didongkrak oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dibandingkan Penanaman Modal Asing (PMA).

Sebaliknya, bila kondisi pada masa transisi kurang stabil atau bila terdapat peningkatan tekanan eksternal, kemungkinan pertumbuhan realisasi investasi akan stagnan bahkan dapat kontraksi atau tumbuh negatif.

"Realisasi investasi di masa transisi tergantung sejauh mana gangguan internal maupun eksternal yang akan terjadi," kata Shinta.

Shinta menilai tifak ada jaminan bahwa wait and see ini akan langsung hilang begitu ada presiden terpilih. Sebab, pasar umumnya perlu melihat struktur kabinet dan kebijakan ekonomi yang akan diprioritaskan oleh pimpinan baru untuk mengembalikan kepercayaan investor.

"Semakin profesional dan kompeten orang yang dipilih dalam kabinet dan semakin pro structural reform, pro keterbukaan, dan pro pasar dengan kebijakan ekonomi yang make sense, maka tingkat investasi akan cepat pulih," ujar Shinta.

Lebih lanjut, Shinta memprediksi sektor investasi yang dmininati sektor energi terbarukan, investasi infrastruktur transisi energi lainnya, dan sektor terkait hilirisasi sudah berjalan, termasuk infrastruktur yang didanai APBN/APBD. kbc10

Bagikan artikel ini: