OJK: 34 Dana Pensiun Bubar Dalam Kurun Tahun 2020-2023

Senin, 18 Desember 2023 | 19:22 WIB ET

JAKARTA, labarbisnis.com: Sebanyak 34 Dana Pensiun bubar dalam kurun tahun 2020 sampai September 2023. Sejumlah pembubaran itu dirangkum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan alasan yang sama dari tahun ke tahun.

Di mulai pada tahun 2020, terdapat sebanyak dua pengesahan Dana Pensiun yang baru yaitu Dana Pensiun Unilever Indonesia dan Dana Pensiun Samudera Indonesia Utama. Namun pada saat sama, ada sepuluh Dana Pensiun yang bubar.

Sebanyak tujuh Dana Pensiun yang dimaksud yakni Dana Pensiun SKU PT Ukindo, Dana Pensiun Asuransi Ramayana, Dana Pensiun Cedefindo, Dana Pensiun Pendidikan Cendekia Utama, Dana Pensiun Pekerja Hotel Aryaduta Jakarta, Dana Pensiun Tambi, dan Dana Pensiun Bangkok Bank yang merupakan Dana Pensiun Pemberi Kerja-Program Pensiun Manfaat Pasti (DPPK-PPMP).

Selanjutnya satu Dana Pensiun Pemberi Kerja-Program Pensiun Iuran Pasti (DPPK-PPIP) yakni Dana Pensiun Gunung Madu. Serta dua Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang diantaranya DPLK Bank Mandiri dan DPLK AXA.

Sementara pada 2021, terdapat tiga pengesahan Dana Pensiun baru yaitu Dana Pensiun Bank Indonesia Iuran Pasti, DPLK BCA Life, dan DPLK PT. BPD Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Di samping itu, OJK juga mencatat ada sebanyak 10 Dana Pensiun yang bubar.

Sebanyak tujuh dari sepuluh entitas yang dimaksud adalah DPPK-PPMP yaitu, Dana Pensiun Citibank, Dana Pensiun Essence Indonesia, Dana Pensiun Pfizer Indonesia, Dana Pensiun Pegawai Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Dana Pensiun Inhutani, Dana Pensiun Pegawai Gelora Senayan, dan Dana Pensiun Chevron Pacific.

Masih pada tahun 2021, ada sebanyak tiga DPPK-PPIP yang bubar. Mereka adalah Dana Pensiun Unggul Indah Cahaya, Dana Pensiun Karyawan Grand Hyatt Bali, dan Dana Pensiun Kartika Chandra.

Lebih lanjut pada 2022, terdapat sebelas Dana Pensiun yang bubar. Empat diantaranya adalah DPPK-PPMP meliputi Dana Pensiun Universitas Merdeka Malang, Dana Pensiun HKBP, Dana Pensiun Infomedia Nusantara, dan Dana Pensiun Bakrie.

Tujuh lainnya adalah DPPK-PPIP yang diantaranya Dana Pensiun Pegawai PT Persero Batam, Dana Pensiun Apac Inti Corpora, Dana Pensiun Harapan Sejahtera, Dana Pensiun RSUD Al Ihsan, Dana Pensiun Swadharma Indotama Finance, Dana Pensiun Perum Perumnas, dan Dana Pensiun Artha Graha.

Memasuki tahun 2023, ada tiga entitas Dana Pensiun yang memilih bubar. Mereka adalah Dana Pensiun Sari Husada, DPLK Adisarana Wanaartha, dan DPLK BCA Life. Dengan demikian hingga September 2023, tersisa sebanyak 198 Dana Pensiun. Terdiri dari 138 Dana Pensiun Pemberi Kerja-Program Pensiun Manfaat Pasti (DPPK-PPMP), 36 Dana Pensiun Pemberi Kerja Program Pensiun Iuran Pasti (DPPK-PPIP), dan 24 Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

OJK melalui Buku Statistik Dana Pensiun 2020, 2021, maupun 2022 menerangkan alasan yang sama atas maraknya Dana Pensiun yang bubar. Menurut OJK, pembubaran Dana Pensiun merupakan keputusan dari masing-masing Pendiri. "Pembubaran tersebut didasarkan kebijakan Pendiri untuk melakukan efisiensi operasional dan keuangannya," ungkap OJK dalam keterangannya di Jakarta, Senin (18/12/2023).

Selain itu, adanya program Jaminan Pensiun (JP) yang sifatnya wajib dan dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan juga menjadi salah satu faktor penyebab Pendiri membubarkan Dana Pensiunnya. Selanjutnya, dana dari Dana Pensiun yang membubarkan diri tersebut dialihkan ke DPLK. kbc11

Bagikan artikel ini: