BI Jatim Menginisiasi Pembentukan Wartek Inflasi di 8 Kabupaten Kota

Kamis, 14 Desember 2023 | 16:05 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Pemkot Surabaya menginisiasi pembentukan Warung Tekan Inflasi (Wartek Inflasi) di 8 Kabupaten kita di seluruh Jatim.

Selain di Kota Surabaya, Wartek Inflasi yang diinisiasi Bank Indonesia juga dibentuk di Malang, Mojokerto, Kediri, Sumenep, Probolinggo, Banyuwangi, dan Madiun.

Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Rizki Ernadi Wimanda,l mengatakan, Wartek Inflasi nantinya akan menyediakan berbagai kebutuhan bahan pokok, terutama yang berkaitan dengan inflasi Volatile Food. Wartek Inflasi dibentuk menjelang akhir tahun untuk menekan laju inflasi di periode tersebut.

"Karena setiap menjelang akhir tahun, inflasi Volatile Food selalu meningkat yang disebabkan adanya masa tanam dan demand (permintaan) akhir tahun yang memang meningkat," ujarnya usai acara Bincang Bareng Media di kantor Bank Indonesia Perwakilan Jatim, Selasa (12/12/2023).

Wartek Inflasi di berbagai wilayah ini menyediakan bahan pokok. Terutama beras agar masyarakat bisa mendapatkan harga komoditas tersebut dengan harga yang lebih murah.

Selain itu, kata Rizki, kedepan pihaknya juga akan memfasilitasi kebutuhan komoditas lain seperti minyak goreng, gula, dan juga produk sebagainya terutama produk hortikultura.

Sebelumnya, Kepala KPw Bank Indonesia Jatim, Doddy Zulverdi, menjelaskan bahwa perkembangan ekonomi domestik masih tetap kuat dengan inflasi terjaga di sasaran dan nilai tukar rupiah yang mengalami depresiasi lebih rendah dibandingkan Peers di tengah penguatan dollar AS.

“Confidence (kepercayaan diri -red) masyarakat kita saat ini meningkat, semenjak dari perubahan status Covid-19 menjadi Endemi, mobilitas masyarakat, konsumsi masyarakat, dan penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN),” ujarnya.

Kinerja ekonomi Jawa Timur pada tahun 2023 diperkiraka masih tetap tumbuh positif dan berada pada rentang 4,6-5,4% (yoy), meskipun sedikit melambat dibandingkan tahun 2022, terutama akibat faktor global.

Pada tahun 2024, kinerja ekonomi Jawa Timur diperkirakan lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 dan berada pada rentang 4,7-5,5% (yoy).

Sementara, terkait penggunaan QRIS, Deputi Kepala KPw BI Jatim, Bandhoe Widiarto menyebut pemanfaatan QRIS di Jawa Timur terus meningkat.

Jumlah merchant QRIS di Jawa Timur pada Oktober 2023 tercatat 3,35 juta atau meningkat 41,35% (yoy) dibandingkan Oktober. "Merchant QRIS tersebut didominasi oleh merchant UMKM," ujarnya.kbc6

Bagikan artikel ini: