Penumpang Pesawat Diprediksi Tembus 4 Juta Orang pada Libur Nataru

Senin, 4 Desember 2023 | 07:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan rangkaian kegiatan angkutan udara Natal Tahun 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) berjalan dengan baik, aman dan lancar.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara M. Kristi Endah Murni memastikan sarana dan prasarana transportasi udara telah siap melayani pergerakan masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru kali ini.

Hal itu dilakukan, mengingat jumlah penumpang periode libur Nataru ini, diprediksi sekitar 4 juta orang atau 19% lebih tinggi dibandingkan dengan periode Nataru 2022 sebanyak 3,4 juta orang.

Prediksi ini menunjukkan angka recovery rate penumpang angkutan udara telah mendekati periode natal dan tahun baru 2019, yaitu 84,6% untuk penerbangan domestik, dan 93,5% untuk penerbangan internasional.

Diprediksi potensi rute domestik terpadat pada rute Jakarta (CGK) ke Denpasar (DPS), Makassar (UPG), Medan (KNO), dan Surabaya (SUB). Sedangkan untuk rute internasional terpadat pada rute Jakarta (CGK) - Singapura (SIN), dan Denpasar (DPS) - Singapura (SIN).

"Pemantauan di sejumlah bandara ini dilakukan terkait aspek keselamatan, keamanan, pelayanan penerbangan, peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat, kendala teknis, dan faktor lainnya," ujar Kristi dikutip dari keterangan tertulisnya, Minggu (3/12/2023).

Kristi juga menyatakan bahwa kesiapan penyelenggaraan transportasi udara untuk periode natal dan tahun baru ini telah dilakukan sejak awal tahun 2023.

Dia menyebut, kesiapan armada, peralatan ground handling, pemeriksaan fasilitas/peralatan terkait, pemeriksaan personil, dan lain sebagainya, sudah dilakukan oleh inspektur penerbangan baik yang ada di Kantor Pusat maupun di Kantor Otoritas Bandar Udara.

Berdasarkan hasil survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub, untuk puncak arus mudik pada transportasi udara diprediksikan terjadi 2 (dua) periode. Yaitu puncak arus Natal tanggal 22 Desember 2023, dan puncak arus Tahun Baru tanggal 29 Desember 2023. Sedangkan puncak arus balik Natal dan Tahun Baru terjadi pada tanggal 2 Januari 2024.

Koordinasi untuk kesiapan penyelenggaraan transportasi udara untuk periode natal dan tahun baru juga telah dilakukan dengan stakeholder terkait seperti Badan Usaha Angkutan Udara (BUAU), Badan Usaha Bandar Udara (BUBU), Perum LPPNPI (AirNav Indonesia), Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), Kantor Imigrasi, dan lainnya.

"Mari bersama-sama kita berkolaborasi mewujudkan penerbangan Nataru Tahun 2023 ini dengan Selamat, Aman, Nyaman dan berkesan," tandas Kristi.

Dalam rangka pemantauan penyelenggaraan angkutan udara untuk periode Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) melakukan pengawasan terhadap 51 bandar udara untuk penerbangan dalam negeri (domestik), serta pemantauan 16 bandar udara untuk penerbangan luar negeri (internasional). kbc10

Bagikan artikel ini: