Bos BI Sebut Ekonomi Global 2024 Bakal Meredup

Kamis, 30 November 2023 | 06:56 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menjelang berakhirnya tahun 2023, masyarakat dunia masih diliputi ketidakpastian yang tinggi terkait perekonomian.

Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, ada tiga perang yang tengah terjadi di dunia. Pertama perang Rusia-Ukraina, kedua perang dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok, dan ketiga ada perang antara Israel-Palestina.

"Ini menyebabkan fragmentasi geopolitik ekonomi dan akibatnya prospek ekonomi global meredup 2024, sebelum bersinar lagi 2025. Ketidakpastian masih tinggi dengan lima karakteristik," tutur Perry dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Rabu (29/11/2023).

Ada lima alasan yang menyebabkan ekonomi 2024 redup. Pertama adalah turunnya prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2024 yang hanya 2,8%. Kondisi ini akan meningkat menjadi 3% di 2025.

Kedua, penurunan laju inflasi di sejumlah negara maju sangat lambat, meskipun bank sentralnya sudah melakukan kebijakan moneter yang ketat dan agresif.

Inflasi negara maju baru turun di 2024, namun itu pun masih di atas target inflasi. "Ini karena tingginya harga energi dan pangan global, dan keketatan pasar tenaga kerja," ungkap Perry.

Lalu ketiga adalah suku bunga acuan AS yang masih tinggi dalam waktu yang cukup lama. "Yield US Treasury terus meningkat karena bengkaknya utang AS," ujar Perry.

Keempat adalah faktor dolar AS yang masih sangat kuat menyebabkan kejatuhan nilai tukar mata uang di seluruh dunia, termasuk rupiah.

Faktor kelima adalah cash is the king. Artinya, ujar Perry, ada pelarian modal asing dalam jumlah besar, dari negara berkembang ke negara maju. "Sebagian besar lari ke AS karena tingginya suku bunga dan kuatnya dolar," jelas Perry.

"Lima gejolak global tersebut berdampak negatif ke berbagai negara tidak terkecuali. Perlu kita waspadai dan antisipasi dengan respons kebijakan yang tepat untuk ketahanan dan kebangkitan ekonomi nasional yang sudah susah payah kita bangun," pungkas Perry. kbc10

Bagikan artikel ini: