PGN Bidik 100 Ribu Tambahan Sambungan Jargas Rumah Tangga di 2024

Rabu, 29 November 2023 | 20:45 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk menetapkan penambahan sambungan jaringan gas (jargas) untuk konsumen rumah tangga sebanyak 100 ribu sambungan. Bisnis jargas merupakan salah satu lini usaha perseroan yang akan ditingkatkan kapasitas pemakaian gas bumi.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Fadjar Harianto Widodo mengatakan, hingga kuartal III 2023, PGN telah menyelesaikan pembangunan 102.354 sambungan rumah di 37 kota/kabupaten. Dengan telah rampungnya proyek tersebut, total sambungan jargas yang dikelola sebanyak 835 ribu sambungan. Baik yang dibiayai oleh PGN maupun oleh pemerintah.

"Sampai sekarang PGN sudah mengelola sekitar 835 ribu sambungan hargas, dengan target penambahan 2024 sekitar 100 ribu sambungan," kata Fadjar dalam Public Expose secara daring di Jakarta, Rabu (29/11/2023).

Fadjar menyampaikan, ke depan, jargas yang dikelola oleh perseroan menargetkan konsumen kelas menengah ke atas.Terutama masyarkat rumah tangga yang selama ini menggunakan LPG nonsubsidi yang notabene merupakan produk impor.

"Ke depan kita akan terus berupaya membangun infrastruktur jaringan gas rumah tangga di wilayah yang layak secara keekonomian dan memiliki daya beli yang sesuai," kata Fadjar.

Fadjar memaparkan, selain konsumen rumah tangga, perseroan juga fokus mengalirkan gas bumi ke sektor Industri. Secara total, volume niaga gas bumi juga bertumbuh lima persen menjadi 935 BBTUD dimana jumlah pelanggan mencapai lebih dari 839 ribu dengan volume terbesarnya dari pembangkit listrik, industri kimia, keramik, makanan dan pupuk.

Penyaluran gas ke pembangkit listrik memegang pangsa terbesar untuk sektor industri yakni sebesar 29%. Selanjutnya, diikuti sektor industri kimia 33%, keramik 15%, makanan,pupuk dan lainnya sebesar 8%. Salah satu sebab peningkatan volume niaga karena rerata harga gas yang dijual PGN memang sangat kompetitif bila dibandingkan bahan bakar lain seperti HSD atau setara US$41,18 per MMBTU), gas LPG 12 kg setara US$26,20 MMBTU atau MFO setara US$33,74 per MMBTU).

Adapun total pendapatan konsolidasi yang dibukukan perseroan meningkat sebesar dua persen periode kuartal I-II menjadi US$2,6 miliar dengan laba bersih sebesar US$ 198 juta. kbc11

Bagikan artikel ini: