Forum Kapnas III 2023 Kantongi Kontrak Senilai Rp20,4 Triliun

Minggu, 26 November 2023 | 12:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Penyelenggaraan Forum Kapasitas Nasional (Kapnas) III 2023 di Jakarta telah berakhir. Gelaran ini kembali membuktikan bahwa anak bangsa tidak hanya bisa memproduksi kebutuhan hulu migas dalam negeri, namun juga siap bersaing di kancah internasional.

Menurut Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Rudi Satwiko, semua pemangku kepentingan, terutama pembicara yang hadir mewakili pemerintah, juga mendukung penuh pembinaan perusahaan dan sumber daya manusia dalam negeri. Tentunya, ini sejalan dengan apa yang diimplementasikan Forum Kapnas.

"Kolaborasi semua pemangku kepentingn di industri hulu migas seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas serta daya saing industri hulu migas secara nasional, dan perlu diteruskan untuk dampak berganda yang lebih besar," ujar Rudi dalam laporan penutupan Forum Kapnas III 2023, Sabtu (25/11/2023).

Dia juga menegaskan bahwa SKK Migas akan terus memperkuat peran pelaku usaha dalam negeri di industri hulu migas nasional. Apalagi, upaya ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya luar.

Selama dua hari kegiatan, jumlah peserta mencapai 14.087 orang. Mereka antusias mengikuti berbagai rangkaian acara, baik sesi diskusi, pameran, ataupun menikmati kuliner di booth-booth UMKM binaan SKK Migas dan KKKS.Selain itu, ada delapan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani. MoU tersebut melibatkan SKK Migas, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), perusahaan dalam negeri, termasuk pabrikan, serta lembaga perbankan dalam kerja sama dan bisnis di ekosistem hulu migas.

Vice President Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas sekaligus Ketua Forum Kapasitas Nasional, Erwin Suryadi, mengungkapkan total nilai kontrak antar perusahaan dalam negeri yang ditandatangani di Forum Kapnas kali ini mencapai Rp 20,2 triliun. "Ini menunjukkan kontribusi signifikan industri hulu migas sebagai pendorong roda perekonomian nasional," ujar Erwin.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2021, Forum Kapnas memang dirancang untuk memperkuat kapabilitas industri hulu migas dalam negeri. Upaya ini melibatkan perusahaan operator, pabrikan, penyedia barang dan jasa (vendor), UMKM, serta industri kreatif sebagai pendukungnya.

"Dalam tahun ketiga ini, pengembangan kapasitas diperluas dengan melibatkan lebih banyak pihak, seperti akademisi, pemerintah daerah, lembaga pendidikan vokasi, dan lembaga sertifikasi," jelasnya.

Dalam hal tenaga kerja, penggunaan tenaga kerja asing dalam industri ini terus menurun dalam tiga tahun terakhir. Hal ini menandakan peningkatan kapasitas para pekerja di hulu migas dari tahun ke tahun.Pada sesi FGD hari kedua Forum Kapnas terungkap bahwa komitmen untuk mengurangi ketergantungan TKA semakin kuat.

Senior VP Business Support Medco E&P Indonesia Amri Siahaan,  mengatakan bahwa dari sekitar 2.000-an staf dan pekerja Medco E&P saat ini, jumlah pekerja asingnya tidak lebih dari 3 orang.

"Bahkan, di sejumlah proyek Medco di luar negeri, seperti Thailand, kami bisa mempekerjakan staf WNI hampir 100 persen. Kalaupun ada pekerja luar, biasanya bersifat tentatif," ungkap Amri.

Direktur Utama PT Citra Turbindo Tbk., Fajar Wahyudi, yang hadir sebagai salah satu pembicara, menyebutkan bahwa pada tataran teknis, sudah sangat banyak pekerja dalam negeri yang mumpuni. Bahkan mereka sangat bisa bersaing di luar negeri. Namun di sisi lain, keterampilan managerial dan soft skill pekerja dalam negeri harus terus ditingkatkan. "Ini proses yang tidak mudah, tapi harus terus dilakukan," jelas Fajar.

Pada hari kedua, panitia penyelenggara memberikan penghargaan kepada KKKS dengan 5 kategori, yakni pencapaian TKDN terbaik untuk KKKS dengan skema gross split, yang diraih Pertamina Hulu Rokan; pencapaian TKDN terbaik untuk KKKS dengan skema cost recovery diraih Medco E&P; dan KKKS yang melakukan pembinaan UMKM Terbaik dimenangkan BP Indonesia.

Selain itu ada juga penghargaan untuk KKKS yang melakukan pembinaan 'vendor Go Internasional' yang diraih Petronas Carigali (PC) Ketapang II, Ltd. Terakhir adalah penghargaan KKKS terbaik untuk kategori pembinaan vendor lokal dengan konsep IDPM, yang diraih EMP Group. Apresiasi dan penghargaan juga diberikan kepada UMKM dengan 5 kategori. UMKM Keripik Anggun binaan Medco EP Gresik dinobatkan sebagai juara umum terbaik.

UMKM dengan penjualan terbanyak diraih Istana Naima Batik, binaan Petrochina. Sedangkan UMKM dengan varian terbanyak diisi oleh Koperasi Kriya Inovasi Mandara, binaan Pertamina Hulu Kalimantan Timur. kbc11

Bagikan artikel ini: