Delapan Hydrogen Plant PLN Nusantara Power Siap Pasok 25.53 Ton Hidrogen Hijau Pertahun

Jum'at, 24 November 2023 | 00:14 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT PLN Nusantara Power (PLN NP) selaku subholding pembangkitan terbesar di Asia Tenggara kembali meresmikan Green Hydrogen Plant (GHP) sebanyak 8 unit, setelah sebelumnya pada bulan oktober 2023 meluncurkan GHP pertama di Indonesia melalui Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Karang, Jakarta.

Mewakili Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Yudo Dwinanda Priaadi menjelaskan hidrogen merupakan bahan bakar masa depan yang sedang banyak dikembangkan di kancah global. Indonesia, memiliki potensi hidrogen yang besar, bahkan bisa menjadi pemasok kebutuhan hidrogen hijau di dunia.

"Indonesia punya potensi pengembangan hidrogen hijau yang besar. Bahkan bisa kita pakai sendiri, maupun menjadi potensi ekspor. Leadership yang luar biasa dari PLN untuk bisa mengakselerasi pengembangan hidrogen hijau ini," ujar Yudo dalam keterangan tertulis, Surabaya, Kamis (23/11/2023).

Yudo juga mengapresiasi langkah cepat PLN dalam mengembangkan hidrogen hijau di Indonesia. Dalam waktu satu bulan, PLN berhasil menambah 20 unit GHP tersebar di seluruh Indonesia.

"Setelah pertemuan terakhir pada bulan lalu di PLTU Muara Karang, PLN berjanji untuk memperbanyak hydrogen plant ini. PLN telah mengakselerasi langkah ini," kata Yudo.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan GHP adalah langkah strategis PLN untuk membangun rantai pasok green hydrogen pertama di Indonesia. Inisiatif hijau ini diharapkan mampu mengakselerasi transisi energi dan mencapai NZE tahun 2060.

"Hari ini menjadi bukti, we walk the talk bahwa komitmen ini kami wujudkan dalam bentuk nyata. Ini tidak hanya sekadar Green Hydrogen Plant, ini akan menjadi tonggak terbentuknya Supply Chain Green Hydrogen di Indonesia dan PLN menjadi pionirnya," ungkap Darmawan.

GHP besutan PLN ini diproduksi dengan menggunakan sumber dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang terdapat di area pembangkit. Selain dihasilkan dari PLTS yang terpasang, hidrogen hijau ini juga menggunakan Renewable Energy Certificate (REC) yang berasal dari beberapa pembangkit EBT di Indonesia seperti yang pertama kali di terapkan di Indonesia melalui GHP Muara Karang.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah juga menuturkan bahwa hidrogen besutan PLN NP dapat menjadi salah satu energi masa depan bagi Indonesia.

"Melalui GHP yang dihasilkan oleh unit pembangkit PLN Nusantara Power yang tersebar di seluruh Indonesia, distribusi hidrogen sebagai energi alternatif akan lebih mudah dilakukan," terang Ruly.

Gebrakan PLN Nusanatara Power melalui peresmian pertama GHP bulan sebelumnya dan peresmian 8 GHP ini tercatat mampu memproduksi 25.53 ton per tahun. Langkah ini juga menjadikan PLN menjadi pionir terbentuknya rantai pasok kebutuhan hidrogen hijau di masa depan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan, sekaligus mendukung target Pemerintah untuk mencapai Net Zero Emissions (NZE) tahun 2060.

Bagikan artikel ini: