Duh! Kemenkop Temukan Ada Dana KUR Buat Beli Kendaraan

Selasa, 21 November 2023 | 16:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) atas penyaluran Kredit Usah Rakyat (KUR) di 23 Provinsi .Dari 1.047 debitur dan 182 penyalur KUR yang diperiksa.pemerintah menemukan temuan diantaranya pengenaan agunan tambahan memberatkan debitur.

"Pelaksanaan monev KUR dilakukan oleh kedeputian Usaha Mikro dan melibatkan para Pendamping KUR dengan metode survey menggunakan sampling data random menggunakan SIKP," ujar Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM Yulis di Jakarta, Selasa (21/11/2023).

Dari 1.047 responden ternyata masih terdapat beberapa temuan.Pertama, terdapat debitur KUR Mikro dan KUR Super Mikro dengan plafon hingga Rp 100 juta dikenakan agunan tambahan. Kedua, terdapat untuk KUR kecil dengan plafon di atas Rp 100 juta sampai Rp 500 juta dikenakan agunan tambahan yang tidak wajar yaitu melebihi dari jumlah akad yang diterima.

Ketiga, dana KUR yang diterima tidak sepenuhnya dipakai untuk modal usaha. Namun,ada sebagian yang digunakan juga untuk keperluan lainnya seperti merenovasi rumah, membeli kendaraan dan lainnya. Keempat, terdapat dana KUR yang diendapkan oleh bank yaitu dengan cara diblokir atau ditahan beberapa bulan untuk menjamin.

Kelima, terdapat debitur KUR yang pada saat menerima kreditnya pernah atau sedang menerima kredit lainnya. Yulius berharap penyaluran KUR ke depan dapat tepat sasaran agar mampu memberikan pengaruh positif kepada UMKM di Indonesia. "Harapan kami agar pada kegiatan ini dapat menjadi ikhtiar kita untuk mewujudkan penyaluran KUR yang tepat sasaran sehingga berdampak pada naik kelasnya UMKM Indonesia," ungkap Yulius.

Hingga 20 November 2023 realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp 218,40 triliun. Angka ini sebesar 73,54% dari target tahun ini sekitar Rp 297 triliun. kbc11

Bagikan artikel ini: