Dorong Bauran EBT, Ini Strategi Kementerian ESDM

Kamis, 16 November 2023 | 15:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Hingga semester I tahun 2023, realisasi bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) baru mencapai 12,5% dari target yang ditetapkan sebesar 17,9%. Atas hal ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah strategi guna mendorong pencapaian target bauran EBT.

"Tentunya kita punya strategi dan upaya untuk meningkatkan bauran EBT agar bisa mencapai target 17,9% itu," ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Yudo Dwinanda dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Jakarta, Kamis (16/11/2023).

Yudo juga menyebutkan, capaian bauran energi terbarukan nasional pada 2022 juga tidak tercapai, yakni hanya mencapai 12,3% dari target yang ditentukan sebesar 15,7%. Untuk itu, Kementerian ESDM sudah menyusun strategi agar bauran EBT di tahun ini bisa tercapai. Strategi pertama, pemerintah akan menambah kapasitas pembangkit EBT sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dan memastikan commercial operation date (COD) bisa berjalan tepat waktu.

Selain itu, Kementerian ESDM juga  mendorong percepatan proses pengadaan. "Kami akan dorong pemanfaatan bendungan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) baik untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) maupun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung," kata dia.

Selanjutnya, Yudo menyebutkan untuk strategi kedua yakni dengan mengimplementasikan program PLTS Atap dengan target sebesar 3,37 Gigawatt (GW) di 2025. Tak hanya itu, Kementerian ESDM juga akan menjalankan program pemerintah yakni, penggunaan bahan bakar B35 atau B40 untuk transportasi dengan target sebesar 13,9 juta kL di 2025.

Adapun B35 merupakan campuran biodiesel dari fatty acid methyl esther  (FAME) minyak kelapa sawit sebesar 35% ke dalam komposisi BBM Solar maupun Dexlite. Sedangkan B40 memiliki arti yang  sama dengan B35, tetapi memiliki kandungan minyak kelapa sawit sebesar 40%. "Lalu Kementerian ESDM juga akan mendorong program co-firing biomassa pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan target 10,2 juta ton biomassa di 2025," kata Yudo.

Selain itu, Yudo mengatakan bahwa pihaknya juga akan melaksanakan program mandatori manajemen energi sesuai dengan Peraturan Presiden No 33 tahun 2023, tentang Konservasi Energi dan perluasan Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM) pada peralatan pemanfaat listrik.

"Kami juga akan melakukan pemanfaatan EBT off grid, penyediaan akses energi modern melalui EBT di lokasi tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Eksplorasi panas bumi oleh pemerintah, dan pemanfaatan langsung EBT non-listrik," pungkasnya. kbc11

Bagikan artikel ini: