Ekonomi RI Tumbuh di Bawah 5%, Begini Respon Sri Mulyani

Selasa, 7 November 2023 | 08:59 WIB ET
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati memberikan tanggapannya soal pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,94% di kuartal III-2023.

"Untuk angka itu, apakah sudah diantisipasi, tentu kita melihat jika dibandingkan dengan outlook yang biasanya disampaikan oleh Pak Febrio, dari sisi konsumsi pemerintah yang tadi disebutkan BPS negatif, memang kita lihat kuartal III-2023 itu seasonally memang untuk government consumption negatif karena beberapa dari belanja biasanya baru terealisasi di triwulan IV," ujar Sri di Jakarta, seperti dikutip Senin (6/11/2023).

Sri melihat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tinggi, namun terjemahannya kepada konsumsi ternyata tidak setinggi yang diharapkan. Ini, sebut dia, perlu dilihat pengaruhnya lebih jauh.

"Kita harus melihat pengaruhnya, apakah psikologis, dengan kondisi El Nino, harga beras naik, dan berbagai faktor. Tapi kita juga perlu melihat yang bagus dari triwulan III-2023 ini adalah PMTB yang meningkat tinggi, jauh lebih tinggi dibandingkan yang dibayangkan yaitu di atas 5,7%," ungkap Sri Mulyani.

Sri menyebut bahwa hal ini selaras dengan industri manufaktur dan masuknya capital inflow. "Sehingga ini masih sangat positive story dari Indonesia yang kita akan coba untuk jaga terus," ucap Sri.

Dia mengatakan, sejak kemarin, dirinya sudah menghitung posturnya dan jika dilihat dari alokasi belanja yang ada, belanja untuk 3 bulan terakhir dalam APBN itu masih ada sekitar Rp1.078 triliun.

"Sementara dari sisi penerimaan negara, dilihat dari target dan lain-lain, kita mungkin akan mengumpulkan sekitar Rp650 triliun sehingga nett spendingnya, ekspansi APBN di triwulan IV ini kita harapkan akan menjadi offset untuk positive growth di triwulan IV," sambung Sri.

Selain itu, dia menyampaikan, dengan adanya beberapa porsi tambahan, pihaknya berharap akan bisa memperbaiki outlook dari triwulan IV-2023, sehingga bisa menjadi 5%. kbc10

Bagikan artikel ini: