Waspada! Pertumbuhan Ekonomi RI Melambat di Kuartal III-2023

Senin, 6 November 2023 | 15:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2023 hanya tumbuh 1,6% secara kuartalan (qtoq). Sementara secara tahunan (year on year/yoy) tumbuh 4,94 %.

Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, secara kumulatif pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2023 sebesar 5,05%. Secara kuartalan pertumbuhan ekonomi pada periode ini lebih rendah dibandingkan kuartal II 2023 sebesar 3,86%.

"Hal ini sejalan dengan pola yang biasa terjadi di tahun-tahun sebelumnya dimana pertumbuhan ekonomi di kuartal III selalu lebih rendah kecuali di tahun 2020 saat terjadi pandemi Covid-19," ujar Amalia di Jakarta, Senin (6/11/2023).

Sementara jika dilihat secara tahunan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih positif dan tetap solid. Meski diakui tingkat pertumbuhan ekonomi secara tahunan ini melambat jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai 5,73%. Menurut lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi itu ditopang pertumbuhan industri pengolahan.

Sektor ini tumbuh sebesar 5,20% dengan distribusi mencapai 18,75%. Selanjutnya sektor pertanian tumbuh sebesar 1,46% dengan tingkat distribusi mencapai 13,57%. "Pertumbuhan industri pengolahan ditopang oleh masih kuatnya permintaan domestik," lanjut Amalia.

Namun jika dilihat dari tingkat pertumbuhan paling tinggi pada periode ini yaitu sektor transportasi dan pergudangan yang tumbuh sebesar 14,74%. Kemudian sektor akomodasi dan makan minum tumbuh 10,90% serta jas lainnya yang tumbuh 11,14%.

Sementara itu berdasarkan pengeluaran, sumber pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2023 ditopang konsumsi rumah tangga sebesar 2,63%. PMTB (pembentuk modal tetap bruto/investasi) sebesar 1,81%. Sementara dari konsumsi pemerintah sebesar 0,22%.

Selanjutnya untuk kontribusi dari lembaga non profit penyumbang konsumsi rumah tangga (LNPRT) sebesar 0,07% dan lainnya 0,71%. Sementara konsumsi pemerintah justru terjadi pertumbuhan minus sebesar 0,28%. "Secara wilayah, pertumbuhan ekonomi triwulan III 2023 di Sulawesi dan Maluku serta Papua tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional," tukasnya.

Lebih lanjut pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2023 jika dilihat berdasarkan nilai PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp 5.296 triliun. Sedangkan nilai PDB atas dasar harga konstan (ADHK) senilai Rp 3.124,9 triliun. kbc11

Bagikan artikel ini: