Maspion Group Siap Pasok 300 Ribu Unit dalam Program Bagi-Bagi Rice Cooker Pemerintah

Rabu, 1 November 2023 | 08:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Maspion Group melalui anak perusahaannya, PT Indal Aluminium Industry siap berpartisipasi menjadi pemasok dalam program bagi-bagi  Alat memasak berbasis listrik (AML) alias rice cooker gratis pemerintah.

Direktur Utama Indal Aluminium Industry, Alim Markus, mengatakan bahwa Maspion memasok setidaknya paling sedikit 250.000 unit rice cooker dalam pengadaan untuk program tersebut.

"250.000-300.000 (unit) bisalah," ujarnya seperti dikutip, Selasa (31/10/2023).

Seperti diketahui, tengah melakukan pengadaan rice cooker lewat  e katalog untuk dibagikan kepada masyarakat. Kriteria rice cooker yang dicari setidaknya ada 3: memiliki kandungan dalam negeri yang dibuktikan dengan sertifikat TKDN, sesuai standar SNI, memiliki label hemat energi, dan berfungsi minimal memasak nasi, menghangatkan dan mengukus dengan kapasitas 1,8 liter - 2,2 liter. Daftar masyarakat penerimanya akan diusulkan oleh pemerintah desa atau setingkat.

Maspion menjadi salah satu anggota Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel) yang mendaftar untuk menjadi pemasok dalam program ini. Informasi dari Gabel, anggota lainnya yang juga mendaftar untuk mengikuti pengadaan ini ada Sanken, Cosmos, dan Miyako.

Anggaran untuk program ini sudah tercantum dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tahun Anggaran 2023 dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Keuangan. Jumlah anggarannya sebesar Rp 347,5 miliar untuk pembagian rice cooker kepada 500.000 rumah tangga.

Target program ini menyasar rumah tangga penerima AML adalah pelanggan PLN atau PLN Batam berdaya 450 VA sampai dengan 1.300 VA yang berdomisili di daerah tersedia listrik 24 jam menyala, rumah tangga tersebut tidak memiliki AML.

Dalam rencana Kementerian ESDM,  menurut wawancara Kontan.co.id sebelumnya, pemilihan penyedia melalui e-katalog, pelaksanaan e-purchasing, dan kontrak pengadaan dijadwalkan dapat diselesaikan pada November 2023.

Sementara itu, penyediaan dan distribusi AML oleh penyedia direncanakan dapat terlaksana hingga pertengahan Desember 2023 nanti.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman Hutajulu, mengatakan bahwa pemerintah tengah memproses pengumpulan data daftar masyarakat penerima program bagi-bagi rice cooker.

"(Pengumpulan daftar penerima dalam) proses," ujarnya.

Kementerian ESDM optimistis, Program Penyediaan rice cooker atau Alat memasak berbasis listrik (AML) sebanyak 500.000 unit pada tahun 2023 di seluruh Indonesia berpotensi meningkatkan konsumsi listrik sekitar 140 GWh, setara dengan kapasitas pembangkitan 20 megawatt (MW).

Manfaat lainnya, program ini juga dipercaya mampu menghemat LPG sekitar 29 juta kg atau setara 9,7 juta tabung 3 kg. kbc10

Bagikan artikel ini: