Siap-siap! Jokowi Ungkap Harga BBM Bisa Naik Imbas Perang Israel-Hamas

Senin, 16 Oktober 2023 | 07:35 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa Indonesia bisa merasakan dampaknya akibat tegangnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Perkembangan konflik antara Israel dan Hamas berpotensi mempengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) secara global, dan hal ini tentu berimbas pada kenaikan harga BBM di Indonesia, termasuk baik yang bersubsidi maupun yang tidak.

"Saya ingin memberikan pemahaman, bukan menakut-nakuti, tapi ini bisa terjadi. Jika perang berlanjut, harga BBM global pasti akan melonjak. Hal ini berkaitan dengan energi, seperti bensin, Pertamax, Pertalite," ungkapnya seperti dikutip, Senin (16/10/2023).

Jokowi juga menyoroti bahwa tantangan-tantangan di masa depan akan semakin kompleks. Beberapa tantangan, seperti perubahan iklim, semakin nyata dirasakan.

"Beberapa bulan lalu, panas yang luar biasa dirasakan di seluruh dunia selama kurang lebih 3-4 bulan, banyak disebabkan oleh El Nino. Ini bukan hanya masalah panas, tetapi juga berdampak pada pasokan pangan kita," jelasnya.

Oleh karena itu, Jokowi menekankan perlunya Indonesia memiliki pemimpin masa depan yang berani, siap mengambil resiko, dan memiliki keberanian menghadapi tantangan-tantangan berat yang nyata ini.

"Kita membutuhkan pemimpin yang memiliki visi taktis yang jelas dan tidak gentar menghadapi tekanan dari negara-negara besar. Tidak boleh hanya digugat oleh WTO, lalu mundur. Tidak boleh mundur hanya karena tekanan atau ancaman. Kualitas seperti ini yang harus dimiliki oleh pemimpin Indonesia di masa depan," tegas Jokowi.

Beliau juga memberikan pesan bahwa rakyat Indonesia membutuhkan pemimpin yang tidak hanya pandai bicara, tetapi juga memiliki dedikasi tinggi dalam bekerja. Pesan ini disambut dengan antusias dan sorak sorai meriah dari para peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas).

"Kita butuh pemimpin yang benar-benar bekerja untuk rakyatnya, bangsanya, dan negaranya. Pemimpin yang tidak mudah menyerah saat mendapat tekanan. Tidak cukup hanya ditekan atau diintimidasi. Kita, sekali lagi, membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki keberanian menghadapi tantangan-tantangan kompleks yang kita hadapi," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: