Lewat Proyek PUSRI-IIIB, PI Tingkatkan Daya Saing dan Jaga Ketersediaan Pupuk Nasional

Jum'at, 13 Oktober 2023 | 21:31 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Pupuk Indonesia (Persero) akan segera membangun pabrik pupuk Pusri-IIIB untuk meningkatkan daya saing dan menjaga ketersediaan pupuk nasional. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia (PI), Rahmad Pribadi, usai melakukan Penandatanganan Perjanjian Kredit Pendanaan dan Engineering Procurement Construction (EPC) Proyek Pusri-IIIB di Jakarta.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pusri, Tri Wahyudi Saleh, disaksikan oleh Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Utama PI, Rahmad Pribadi. Dari Pihak Bank diwakili oleh Direktur Enterprise & Commercial Banking BNI, Bpk. Sis Apik Wijayanto dan Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Ibu Susana Indah K. Indriati.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam sambutannya menyambut baik Pembangunan pabrik Pusri III-B yang menggunakan teknologi rendah energi sehingga memberikan efisiensi dan ramah lingkungan.

“Pabrik Pusri III-B ini dibangun dengan teknologi low energy dan menggantikan pabrik yang sudah kurang efisien dalam penggunaan energinya. Pabrik Pusri III-B diharapkan dapat menurunkan konsumsi bahan baku yaitu gas sebesar 13 MMBTU per ton atau penghematan setara Rp 1,1 triliun per tahun dari biaya gas," kata pria yang akrab disapa Tiko dalam keterangan tertulis, Surabaya, Jumat (13/10/2023).

Tiko menjelaskan bahwa teknologi low energi pabrik Pusri III-B dapat meningkatkan Competitiveness produk PI Grup dan tata kelola industri pupuk nasional sehingga berdampak positif pada kinerja perusahaan serta menuju go global. Meski begitu, Tiko meminta pembangunan pabrik Pusri III-B dilaksanakan sesuai target.

"Proyek Pusri III-B yang akan dibangun di Palembang, saya harapkan nanti jangan cost overrun dan delay, juga dari efisiensi energi diharapkan jadi value creation. Sehingga dapat meningkatkan competitiveness product dan tata kelola industri pupuk, yang akhirnya memacu kinerja perusahaan menjadi salah satu global player di chemical dan vertilizer industry," tambahnya.

Pupuk Indonesia memiliki komitmen kuat dalam mendukung ketersediaan pupuk dan ketahanan pangan nasional. Pabrik yang berlokasi di Palembang ini akan dioperasikan oleh salah satu anak usaha Pupuk Indonesia, yaitu PT Pusri Palembang. Selain itu, penggunaan teknologi baru akan diterapkan dan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi konsumsi bahan baku dan energi. Sehingga menjamin daya saing produk dan keandalan produksi pupuk.

Pabrik Pusri IIIB nantinya akan mampu mengurangi emisi hingga 300 ribu ton CO2 per tahun. Selain itu, Pabrik ini memiliki kapasitas produksi amonia 445.500 ton per tahun dan pupuk urea 907.500 ton per tahun. Dari sisi penggunaan energi, Pabrik Pusri-IIIB menggunakan teknologi low energy dengan rasio konsumsi energi untuk produksi urea sebesar 22 MMBTU/ton dan amonia 32,89 MMBTU/ton.

"Saat ini Pupuk Indonesia menempati peringkat 6 (enam) perusahaan pupuk di dunia. Dengan meningkatnya efisiensi, kami tentunya berharap bisa menghasilkan kinerja yang lebih baik lagi, termasuk bersaing di pasar regional dan internasional," kata Rahmad.

Estimasi nilai investasi proyek Pusri-IIIB sendiri adalah sebesar Rp10,5 triliun (termasuk owner cost) dengan masa konstruksi sekitar 40 bulan. Proyek ini diharapkan sudah dapat beroperasi secara komersial pada tahun 2027.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pusri Palembang, Tri Wahyudi Saleh menyatakan bahwa proyek revitalisasi pabrik Pusri-IIIB akan memiliki dampak positif pada perekonomian daerah dan nasional. Pasalnya, proyek ini akan membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan daerah, serta membuka peluang ekonomi lainnya.

“Hadirnya pabrik Pusri IIIB ini sebagai komitmen kami untuk menjaga ketersediaan pupuk di seluruh wilayah tanggung jawab penyaluran Pusri. Serta dukungan kami dalam menjaga keberlanjutan industri yang andal dan berdaya saing untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ungkap Tri Wahyudi.

Bagikan artikel ini: