Kemenkumham: Bukan Barang Ilegal, Rokok Tak Dilarang Diiklankan

Jum'at, 13 Oktober 2023 | 08:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menyatakan bahwa rokok bukanlah produk yang dilarang untuk diiklankan.

Direktur Jenderal Peraturan Perundang-Undangan Kemenkumham Cahyani Suryandari mengatakan, hal itu berdasarkan putusan Mahkamah Konsitusi (MK) terkait produk rokok.

"Dari beberapa putusan MK itu, pertama produk tembakau adalah produk legal yang dapat diatur dan tidak dilarang. Kita bisa ngatur, tapi kita juga tidak dilarang," ujar Cahyani saat Halaqah nasional "Telaah Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Pelaksanaan UU Kesehatan 2023 Terkait Pengamanan Zat Adiktif", Kamis (12/10/2023).

Cahyani menegaskan, bahwa rokok bukan barang ilegal. Sehingga tidak dapat dilarang untuk diiklankan. "Rokok bukanlah barang ilegal. Sehingga tidak dapat dilarang untuk diiklankan walaupun dengan syarat-syarat tertentu," tandas Cahyani.

Cahyani berujar, jika produk rokok diiklankan, tetap harus ada jaring pengamannya. Ia mencontohkan, iklan rokok yang tayang di sebuah stasiun televisi selalu di atas pukul 22.00.

Lalu, Cahyani mengutip kesimpulan dari putusan MK yang menyatakan bahwa tembakau adalah produk yang legal, yang dapat diatur tapi tidak dilarang.

"Mengenai rokok bukanlah barang ilegal, ini saya ambil dari pertimbangan MK, sehingga tidak dapat dilarang untuk diiklankan, walaupun dengan syarat-syarat tertentu," ujar Cahyani.

Cahyani memaparkan dalam putusan MK tersebut, tidak ada larangan rokok untuk dipublikasikan. Sebab, rokok produk legal dan terbukti dengan dikenakannya cukai.

"Tidak pernah ada menempatkan rokok sebagai produk yang dilarang untuk dipublikasikan terlebih lagi tidak ada larangan untuk diperjualbelikan ataupun tidak pernah menempatkan tembakau dan cengkeh sebagai produk pertanian yang dilarang," papar Cahyani. kbc10

Bagikan artikel ini: