Ekspansi ke Batam hingga IKN, Pakuwon Kukuhkan Diri Jadi Raja Mall di Indonesia

Sabtu, 7 Oktober 2023 | 14:51 WIB ET
Foto: kabarbisnis/dio
Foto: kabarbisnis/dio

SURABAYA, kabarbisnis.com: Meski sempat dihantam pandemi Covid-19 ditambah resesi ekonomi global hingga penetrasi e-commerce yang luar biasa, Pakuwon Group tetap konsisten membangun proyek baru di sejumlah kota.

Sebagai developer yang sudah berpengalaman selama 40 tahun berkiprah di bidang property development di Indonesia, Pakuwon Group berhasil mengembangkan berbagai jenis properti, mulai dari shopping mall, hotel berbintang, gedung perkantoran, apartemen, kondominium, ruko dan rumah tapak.

Direktur Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi mengatakan, hingga saat ini kondisi pasar properti maupun sektor ritel masih bagus. Bahkan musim Pemilu yang semakin dekat dinilai akan makin banyak uang beredar, sehingga akan meningkatkan daya beli maupun konsumsi masyarakat.

"Kami yakin tahun depan kondisi ekonomi akan semakin bagus. Pemilu akan berimbas positif karena akan banyak uang beredar. Dan ini akan mendongkrak sektor riil," paparnya di Surabaya beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, saat ini produk unggulan Pakuwon Group tersebar di berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta hingga Solo.

"Khusus untuk mall, secara total sudah ada 812.000 meter persegi NLA (net leasable area) di Surabaya, Jakarta, Solo dan Yogyakarta. Dan akan menyusul di Semarang dan Batam. Ini mengukuhkan Pakuwon sebagai raja mall di Indonesia," ungkap Sutandi.

Dia bilang, Pakuwon Group selalu membangun mall dengan luasan minimal 80.000 m2 dan selalu menjadi jujugan brand-brand ternama.

Di Semarang misalnya, Pakuwon akan membangun sebuah superblok dengan dilengkapi mall seluas 210.000 m2 yang akan dibangun dalam 2 atau 3 tahap.

Di Surabaya, Pakuwon akan memperluas pembangunan Pakuwon Mall 5 dengan dua tower apartemen di atasnya. Demikian juga dengan Pakuwon City Mall di Surabaya Timur akan melanjutkan proyek tahap 3 dimana di kawasan tersebut akan ada Park Shanghai dengan tenant yang belum pernah ada di Surabaya, juga supermarket Korea, hingga pusat olahraga.

"Sedangkan di Jakarta akan ada perluasan Kota Kasablanka dan Gandaria City. Termasuk proyek superblok di Bekasi," tandas Sutandi.

Sementara untuk proyek hotel, Pakuwon Group saat ini memiliki 15 hotel di sejumlah kota dengan total 2000 unit kamar. Terbaru, perusahaan ini sukses mengakuisisi sebuah hotel di Legian, Bali.

"Kami juga masuk ke IKN di Kalimantan Timur dimana tahap awal akan membangun hotel bintang 4 dan 5. Rencananya pada awal November 2023 nanti akan mulai ground breaking dan ditargetkan Mei 2024 sudah mulai beroperasi," ujarnya.

Direktur Pakuwon Group, Fenny menambahkan, perseroan akan terus memperluas pembangunan properti, baik untuk residensial, pusat perbelanjaan, hotel, maupun perkantoran. Pengembangan proyek juga bisa dilakukan baik melalui akuisisi maupun proyek baru.

"Tahun 2023 ini perseroan menganggarkan capex (capital expenditure) sebesar Rp 2,3 triliun. Rinciannya adalah Rp 1,5 triliun untuk belanja tanah maupun akuisisi hotel, dan sisanya untuk pembangunan," paparnya.

Dia berharap dukungan tersebut akan mendorong kinerja perseroan terus bertumbuh di tengah ketatnya persaingan pasar. "Kami optimis tahun ini tumbuh positif. Karena per September lalu saja sudah tercapai 70 persen dari target tahunan untuk penjualan residensial. Sedangkan recurring income naik 20 persen," pungkas Fenny. kbc7

Bagikan artikel ini: