Setuju Pembelian Beras Dibatasi, YLKI: Agar Tak Dijual Lagi oleh Oknum

Kamis, 5 Oktober 2023 | 06:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Keputusan pemerintah untuk membatasi pembelian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digelontorkan oleh Perum Bulog yang dilakukan ritel modern dinilai sebagai langkah tepat oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Pembelian beras di ritel modern sendiri dibatasi maksimal 10 kilogram (kg) per hari per konsumen.

Pengurus Harian YLKI Agus Sujatno mengatakan, pembatasan pembelian beras Bulog maksimal 10 Kg per hari tersebut untuk menghindari penimbunan yang dilakukan oknum pedagang beras untuk meraup keuntungan pribadi.

Mengingat, harga pangan sumber karbohidrat tersebut tengah melambung tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

"Pembatasan ditujukan menghindari pembelian besar-besaran oleh oknum pedagang dengan maksud dijual kembali yang memanfaatkan fluktuasi harga pasar beras. Ini justru akan merugikan kosumen, karena harus membayar lebih mahal krn ada permainan harga," kata Agus seperti dikutip, Rabu (4/10/2023).

Menurutnya, pembatasan pembelian beras premium produksi Bulog maksimal 10 kilogram per hari juga dinilai mencukupi kebutuhan rumah tangga. Mengingat, konsumsi beras untuk rumah tangga tidak sebesar kegiatan usaha.

"Secara teoritis, 10 kilogram hari per keluarga merupakan jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan harian," ujarnya.

Untuk itu, YLKI berharap masyarakat tidak melakukan aksi pembekuan beras berlebih (panic buying) dalam merespon kebijakan pembatasan tersebut. Ini karena kebijakan pembatasan pembelian beras fokus bertujuan untuk pemerataan distribusi ke masyarakat.

"Bahwa pembatasan bisa dipahami jika dasarnya adalah pemerataan suply ke masyarakat. Dengan demikian, tidak terjadi panic buying di masyarajat yang justru akan merugikan kelompok konsumen tertentu," tegasnya.

YLKI juga meminta pemerintah untuk lebih aktif menyosialisasikan kebijakan pembatasan pembelian beras premium produksi Bulog maksimal 10 kilogram per hari. Hal ini bermaksud tidak menimbulkan kegaduhan di tengah lonjakan harga beras yang mencekik masyarakat selaku konsumen.

"Perlu melakukan komunikasi publik dengan baik dalam proses pembatasan, agar tidak terjadi distorsi informasi yang justru akan memunculkan kepanikan dan kegaduhan," pungkasnya.

Sebelumnya, Sejumlah toko ritel modern, seperti Alfamart, Indomaret hingga Superindo kini telah memberlakukan pembatasan pembelian beras premium.

Maksimal pembelian per orang hanya 10 Kg per hari atau 2 kemasan. Yang mana penjualan beras premium di toko ritel modern 1 kemasan berisi 5 Kg beras. kbc10

Bagikan artikel ini: