Asing Kuasai Hampir 100% Industri Game RI, Ini Langkah Pemerintah

Jum'at, 8 September 2023 | 08:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah bakal merilis aturan untuk mengembangkan game nasional dalam waktu dekat. Aturan itu bertujuan agar anak-anak muda yang bergerak di industri kreatif utamanya game bisa memperoleh dukungan.

Hal itu dikatakan Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Odo Manuhutu. Aturan akan membuat developer game lokal dipermudah dalam mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

"Aturannya paling tidak membantu mereka untuk membuat aset-aset game. Kalau avatar-avatarnya itu dibantu pemerintah, dibantu dari sisi pelatihan, akses permodalannya, kemudian sudah ada aturan sebelumnya bahwa ASN dalam pelatihan-pelatihannya menggunakan game, tapi game yang didevelop oleh anak bangsa," katanya seperti dikutip, Jumat (8/9/2023).

Odo menyebut dasar tujuan dibuatnya aturan itu yakni ingin mendorong agar industri game di dalam negeri bisa berkembang. Saat ini disebut 99,50% industri nasional game masih dikuasai asing.

"Kita lihat di industri nasional game ini 99,50% dikuasai oleh asing. Kita ingin balik bahwa 75% justru industri dalam negeri yang maju, saya kira supaya menjaga keseimbangan. Jadi (sekarang) penjualannya paling banyak dari asing," tuturnya.

Isu tentang pengembangan game nasional rencananya menjadi salah satu isu yang akan dibahas dalam Asian Creative and Digital Economy Youth Summit (ACE-YS). Acara ini akan berlangsung pada 28-29 Oktober 2023 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

ACE-YS merupakan aksi kolektif antara para pencipta, pengusaha kreatif, pembuat kebijakan, komunitas dan investor dari negara-negara ASEAN+3. Tujuannya untuk mendorong ekonomi kreatif digital yang dinamis dan berkelanjutan.

ACE-YS juga menyediakan platform bagi 6.000 generasi muda kreatif untuk mengembangkan keterampilan, berbagai ide, dan terhubung dengan calon investor. kbc10

Bagikan artikel ini: