Bakti BCA Cegah Stunting di Daerah Ujung Timur Pulau Jawa

Jum'at, 11 Agustus 2023 | 10:04 WIB ET

BANYUWANGI, kabarbisnis.com: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mempertegas komitmennya untuk terus memberikan dampak positif kepada masyarakat luas di seluruh penjuru Indonesia. Melalui payung besar Bakti BCA, perseroan bercita-cita untuk terus melahirkan #GenerasiPastiBisa melalui berbagai rangkaian program untuk masyarakat. Bakti BCA menjadikan Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu lokasi prioritas program tanggung jawab sosial perusahaan, dengan melaksanakan tiga program sekaligus di bidang kesehatan, lingkungan hidup, dan pembinaan desa wisata. Selama tiga hari penuh, BCA melaksanakan serangkaian kegiatan, mulai dari edukasi pencegahan stunting dan bakti sehat untuk balita, pelepasliaran tukik dan penanaman pandan laut, hingga promosi Desa Wisata Tamansari yang merupakan Desa Binaan BCA.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, BCA telah bersinergi dengan Kabupaten Banyuwangi sejak tahun 2015 lalu, tepatnya sejak dipertemukan dengan Desa Wisata Tamansari yang menyimpan potensi pariwisata yang besar. "Namun, kami percaya bahwa potensi perekonomian suatu daerah juga harus didukung oleh kesehatan penduduknya serta kelestarian lingkungan yang melingkupinya. Karena itu, mengusung kampanye #GenerasiPastiBisa, juga memberikan perhatian kepada peningkatan kesejahteraan dan kesehatan komunitas serta kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Banyuwangi, sehingga mampu memberikan multiplier effect yang besar bagi perekonomian daerah," ungkap Hera F. Haryn, Banyuwangi, Kamis (1l9/8/2023).

Berdasarkan data terkini, Kecamatan Wongsorejo merupakan kecamatan dengan angka stunting tertinggi di Kabupaten Banyuwangi. Meski pada tahun 2022 angka stunting di Banyuwangi berada di level 18,1%, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 20,1%, namun masih terdapat kecamatan dengan tingkat stunting yang cukup tinggi, salah satunya Kecamatan Wongsorejo. Untuk itu, sejalan dengan komitmen perseroan untuk menciptakan #GenerasiPastiBisa yang berkualitas di masa depan serta mendukung target pemerintah untuk menekannya angka stunting di Kabupaten Banyuwangi hingga di bawah 14% pada 2024, BCA pun turut ambil bagian dengan menggelar "Bakti Sehat untuk Balita" dan "Edukasi Pencegahan Stunting kepada Remaja".

Kegiatan "Bakti Sehat untuk Balita" yang dilakukan BCA di Kecamatan Wongsorejo diikuti oleh 150 bayi di bawah dua tahun (baduta). Dalam kegiatan ini, BCA bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta Posyandu setempat dalam melakukan penyuluhan tentang kesehatan serta lingkungan yang sehat dan bersih kepada orang tua. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kondisi baduta, dengan melakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, hingga pemberian makanan sehat.

Selain menyasar orang tua dan baduta, BCA bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), melakukan kegiatan yang bersifat preventif, menyasar kalangan remaja di SMAN 1 Wongsorejo. Sebagai informasi, SMAN 1 Wongsorejo merupakan salah satu dari 20 sekolah binaan Bakti BCA yang tersebar di penjuru Indonesia. Mengangkat topik pencegahan stunting untuk remaja, para siswa-siswi SMAN 1 Wongsorejo mendapatkan pelatihan terkait perencanaan dalam mempersiapkan dan melewati lima transisi kehidupan remaja, yaitu memperhatikan pola hidup sehat, merencanakan pendidikan, mengembangkan karier, memiliki value di masyarakat, dan dapat merencanakan kehidupan berkeluarga.

Melalui edukasi ini diharapkan remaja dapat menyadari peran mereka dalam upaya mencegah stunting, sehingga mereka menjadi agen yang terlibat aktif dalam membantu percepatan penurunan stunting di daerah. Secara khusus, pada sesi edukasi remaja ini, BCA menggandeng Puteri Indonesia 2023 Farhana Nariswari untuk semakin menegaskan peran krusial remaja dalam memutus mata rantai stunting. Acara ini juga dihadiri oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn, dan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyuwangi Henik Setyorini.

Puteri Indonesia 2023 Farhana Nariswari mengatakan, Stunting bukan merupakan penyakit genetik, melainkan penyakit siklus. Untuk itu, diperlukan langkah pencegahan yang tepat dan dimulai sejak dini di usia remaja atau pranikah. "Saya berharap kegiatan edukasi yang dilakukan bersama BCA, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, dan BKKBN ini dapat mendorong para remaja untuk semakin menyadari bahwa mereka juga memiliki peran dalam upaya pencegahan stunting. Dengan pengetahuan yang tepat, mereka dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekitar," pungkasnya.kbc4

Bagikan artikel ini: