Pertamina dan Petronas Caplok Blok Masela dari Shell Senilai Rp9,75 Triliun

Selasa, 25 Juli 2023 | 15:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Pertamina (Persero) akhirnya mengambil 35% hak partisipasi atau participating interest (PI) Shell atas Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Berdasarkan pernyataan resmi Shell,nilai divestasi 35% hak pengelolaan SUOS itu dilepas dengan harga sebesar US$650 juta setara dengan Rp 9,75 triliun (asumsi kurs Rp 15.002 per dolar AS). Penandatanganan Sales Purchase Agreement (SPA) telah dilakukan antara Shell dan anak usaha PT Pertamina (Persero), yakni PT Pertamina Hulu Energi.

Nantinya PHE akan bekerja sama dengan Petronas dalam menggarap Blok Masela. Diketahui, PHE nantinya akan berkongsi dengan Petronas Masela dengan porsi masing-masing 20% dan 15%.

Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Wiko Migantoro menegaskan, setelah penandatanganan SPA itu, pihaknya ingin sesegera mungkin memonetisasi gas di Lapangan Masela yang sejalan dengan kebijakan transisi energi nasional.

"Fokus kita melakukan Front End Engineering Design (FEED) secepatnya, merampungkan Final Investment Decision (FID) kemudian konstruksi dan bisa on stream secepatnya," ungkap Wiko kepada awak media dalam Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2023 di ICE BSD, Selasa (25/7/2023).

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto bersyukur atas penandatanganan SPA antara Pertamina, Petronas, dan Shell terkait pengambilalihan PI di Blok Masela.

Meski masih tak berbicara soal harga persetujuan antara Pertamina dan Shell, Dwi menjelaskan pembayaran dilakukan dalam dua termin. Dia memastikan bahwa harga kesepakatan antarkedua pihak berada jauh di bawah US$1 miliar.

"Biaya bisa ditanyakan ke mereka, namanya juga jual-beli. Terpenting bagi kita adalah keseriusan mengeluarkan uang untuk investasi selanjutnya," ujar Dwi.

Sebagai informasi, Shell lewat keterangan persnya menuliskan jumlah pembayaran termin pertama atas Blok Masela ialah sebesar US$325 juta dalam bentuk tunai. Angka itu diikuti dengan tambahan US$325 juta pada Final Investment Decision (FID) diambil pada proyek gas abadi Masela.

Dwi Soetjipto menjabarkan, pekerjaan yang selanjutnya dilakukan ialah penyelesaiaan AMDAL dan survei lain yang diperlukan untuk melaksanakan desain. Hal itu dilaksanakan paralel dengan revisi Plan of Development (POD) mengingat adanya tambahan Carbon Capture Storage di blok tersebut.

"Kemudian berikutnya adalah tender siapa yang melakukan engineering, dan diharapkan tahun depan kegiatan engineering bisa secara masif," kata dia.

Asal tahu saja, Laporan Tahunan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pada 2020 menunjukkan proyek pengembangan Lapangan Gas Masela punya cadangan terbukti hingga 18,5 triliun kaki kubik (TCF) gas dan 225 juta barel kondensat.

Sementara itu, mengutip laman resmi Kementerian ESDM, pengembangan hulu migas di Blok Masela diharapkan dapat berkontribusi terhadap tambahan produksi gas bumi sekitar ekuivalen 10,5 juta ton (MTPA) per tahun atau sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun dan 150 MMSCFD Gas Pipa.kbc11

Bagikan artikel ini: