Resmi Dibuka, SPE 2023 Pertemukan Industri Printing dan Ekonomi Kreatif dengan Pelaku Usaha

Kamis, 20 Juli 2023 | 19:06 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Masyarakat Surabaya dan sekitarnya kembali bisa menyaksikan pameran bertaraf International Teknologi Percetakan dan Ekonomi Kreatif Terbesar di Indonesia Timur dan Indonesia Tengah, Surabaya Printing Expo (SPE) 2023 mulai hari ini, Kamis (20/7/2023).

Pameran yang digelar oleh Krista Exhibitions selama 4 hari ke depan atau hingga Minggu (23/7/2023) di Grand City Convex Surabaya ini menghadirkan industri printing dan ekonomi kreatif, berupa teknologi di bidang mesin-mesin Percetakan (Pre - Press, Press, Post - Press), Mesin Cetak/Offset, Cetak Digital, Cetak Tekstil, Sablon, hingga Jasa Cetak.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengungkapkan, gelaran pameran tahun ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, baik dari segi jumlah maupun teknologi printing yang dihadirkan.

"Untuk ke 16 kalinya pameran Surabaya Printing Expo ini digelar dengan melibatkan 150 perusahaan dimana 5 perusahaan diantaranya merupakan UMKM dan optimis dapat mendatangkan 12.000 pengunjung, Surabaya Printing Expo merupakan platform yang perlu dihadiri oleh para pelaku bisnis di industri percetakan dan menjadi jembatan antara pengusaha di industri percetakan dengan konsumen karena potensi pasar industri percetakan di Indonesia yang cukup besar," ungkap Daud dalam sambutan opening ceremony SPE 2023.

Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Ahmad Mughira Nurhani menuturkan, kebutuhan akan produk percetakan secara digital akan terus berkembang di segala bidang perekonomian dewasa ini telah banyak mengalami pergeseran yang menjadi tantangan bagi produk-produk bisnis konvensional, namun akan menjadi peluang bagi yang dapat menangkap dan memanfaatkannya perkembangan teknologi terkini tersebut secara kreatif.

Demikian juga perkembangan dunia grafika semakin bertambah maju dan dinamis. Mesin-mesin cetak pun telah mengikuti tren digitalisasi dalam pengoperasionalannya. Di era digital saat ini, kebutuhan akan barang cetakan yang berkualitas tinggi dengan proses pekerjaan yang makin mudah dan cepat serta akurat, merupakan pilihan yang harus diambil pelaku bisnis percetakan," kata Ahmad Mughira Nurhani.

Kepala Bidang Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Yudi Ariyanto mewakili Kepala Disperindag Jatim mengapresiasi pelaksanaan event ke-16 kali ini.

"Ini menunjukkan bahwa ekonomi Jatim sudah mulai pulih sesuai tagline Optimis Jatim Bangkit. Pada triwulan I/2023 ekonomi Jatim 49,5 persen sudah mendekati angka sebelum pandemi. Saya berharap triwulan 2,3 dan 4 dapat tumbuh lebih tinggi lagi," kata Yudi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Yudi mengungkapkan memang cukup banyak industri percetakan yang ada di Jatim. "Sekitar ada 4.475 industri percetakan baik industri besar, menengah maupun kecil di dunia percetakan yang ada di Jatim," tandasnya.

Dia pun optimistis kondisi eksisting jauh lebih besar dari data tersebut. "Kita patut berbangga karena pada periode Juni 2023 purchasing manager index untuk Indonesia sudah ada di 52,5. Ini lebih tinggi daripada periode Januari 2023 yang masih 51," tandas Yudi.

Artinya, tambah dia, pertumbuhan sektor industri ini meningkat. Sedangkan impor di Jatim sebesar 77 persen adalah untuk bahan baku bukan penolong, 6 persen barang modal dan 16 persen untuk konsumsi.

Dengan didatangkannya barang-barang modal dari luar negeri diharapkan dapat memberi nilai tambah yang besar bagi sektor industri pengolahan di Jatim.

Disperindag Jatim sendiri memiliki Unit Pelayanan Teknis (UPT) Industri Makanan, Minuman dan Kemasan. Di mana pada pameran SPE 2023, unit ini juga akan hadir.

"Ini adalah satu unit yang akan membantu para pengusaha kecil atau menengah baik IKM atau UKM. Baik dari segi desain kemasan maupun percetakan kemasan tanpa minimum order yang besar," ucapnya.

Oleh karena itu, Disperindag Jatim mengimbau para pelaku usaha memanfaatkan momentum ini. "Kami dari Pemprov Jatim sangat antusias menyambut event ini. Apalagi diselenggarakan menjelang hajat besar kita Pemilu 2024. Semoga acara ini bisa berlangsung dengan baik dan memberikan manfaat bagi perekonomian Jatim," tutur Yudi.

Dia yakin kontribusi industri percetakan akan semakin tinggi selama periode 2023-2024. Apalagi event ini dinilai akan membantu proses demokrasi menuju Pemilu 2024. Para pelaku usaha percetakan di Indonesia Timur juga bisa memanfaatkan momen ini.

"Selamat pada insan percetakan Jatim maupun nasional semoga makin menggerakkan kita semakin maju dan sejahtera. Indonesia semakin bangkit," ucapnya.

Untuk diketahui, Pameran Surabaya Printing Expo (SPE) 2023 menyuguhkan segala jenis teknologi cetak mencetak terkini mulai dari skala kecil, menengah, dan besar dengan berbagai teknologi percetakan, seperti cetak digital, cetak sablon, cetak offset, cetak garment, cetak tekstil, mesin cutting, mesin finishing, cetak 3D, label, dan tinta.

Bukan itu saja. Berbagai acara dan seminar menarik pun akan meramaikan 4 hari pameran ini seperti seminar dari Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) dengan tema "Tips Sukses Jualan Barang & Jasa Cetak Melalui E-Katalog", ada juga seminar dari Astragraphia dan FujiFilm dengan tema "Digital Transformation of the Print Industry", dan juga seminar dari Printpack Indonesia dengan tema "Dukungan Pemerintah dan Industri dalam Pengembangan UMKM Kreatif di Surabaya" dan beberapa seminar dan talkshow lainnya.

Kesuksesan SPE 2023 tidak lepas dari dukungan berbagai Kementerian, Asosiasi dan Institusi. Diantaranya Kementerian

Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, KADIN Provinsi Jawa Timur, KADIN Kota Surabaya, PPGI - Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia, KOPI - Komunitas Printing Indonesia, serta ASPERAPI - Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia.

Pameran ini terbuka oleh pelaku bisnis dan masyarakat mulai pukul 10.00 hingga sampai pukul 19.00 WIB. kbc7

Bagikan artikel ini: