Kenakan Biaya MDR, BI Optimis Transaksi QRIS Akan Tetap Tumbuh

Jum'at, 14 Juli 2023 | 09:10 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus memantau perkembangan pengenaan biaya merchant discount rate (MDR) yang kembali dikutip sebesar 0,3% per transaksi. Besaran sebesar itu berlaku untuk para merchant usaha mikro. Adapun untuk merchant non usaha mikro sebesar 0,7% per transaksi.

Sebelum pandemi Covid-19, biaya MDR QRIS telah dikutip sebesar 0,7% untuk semua merchant. Namun selama tiga tahun pandemi hingga Juni lalu, biaya MDR ditiadakan alias 0%. Semenjak 1 Juli 2023, MDR QRIS kembali diberlakukan biaya per transaksi yang dibebankan kepada merchant.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Dicky Kartikoyono mengatakan, perbedaan besaran biaya karena usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan pembayaran QRIS. Yakni mencapai 91,2% dari total merchant yang sebanyak 26,1 juta.

Untuk mendorong transformasi digital lewat QRIS ini bisa semakin berkembang, maka biaya MDR bagi usaha mikro harus lebih rendah dari usaha non mikro.

Keputusan kembali mengutip MDR QRIS ini menurut BI adalah untuk kebutuhan penyedia jasa pembayaran (PJP) membiayai ekspansi bisnis ke depan. Misalnya untuk pengembangan penambahan fitur-fitur baru. Selain itu untuk biaya keamanan siber dan biaya operasional lainnya seperti pemasaran.

Namun, besaran 0,3% itu tidak baku alias keputusan tetap di tangan PJP. Jika PJP ingin mengutip biaya MRD QRIS di bawah itu atau sama sekali tidak mengutip biaya MDR diperbolehkan. Sejauh PJP bisa menyerap biaya yang timbul dari biaya standar keekonomian 0,3% yang sudah disepakati dengan PJP.

Dalam ekosistem sistem pembayaran , PJP terdiri dari penerbit (issuer), jaringan (acquirer) dan lembaga switching.

Salah satu penambahan fitur QRIS yang sebentar lagi akan meluncur adalah layanan tarik tunai dan setor uang. Settlement dana lewat pembayaran QRIS ke merchant juga saat ini sudah bisa di hari yang sama.

BI juga menekankan, biaya MDR QRIS yang dikutip merchant tersebut tidak seharusnya menjadi beban konsumen. Dicky bilang, jika ada merchant yang membebankan itu ke konsumen, bisa melayangkan pengaduan ke PJP maupun BI lewat pengaduan konsumen.

Dengan adanya biaya MDR QRIS ini, BI masih cukup percaya diri transaksi QRIS akan terus tumbuh ke depan. Seiring sosialisasi, edukasi dan pengembangan fitur ke depan. "Akhirnya dari sisi masyarakat pengguna, seharusnya tidak terpengaruh. Akan terus berkembang," kata Dicky seperti dikutip, Jumat (14/7/2023).

Hingga Mei 2023 jumlah pengguna QRIS secara akumulasi sebanyak 35,8 juta pengguna. Target BI hingga akhir tahun ini pengguna QRIS bisa mencapai 45 juta pengguna.

Adapun jumlah merchant sebanyak 26,1 juta merchant. Volume transaksi sejak awal 2023 hingga Mei sebanyak 744 juta transaksi dengan nominal transaksi untuk Mei 2023 saja sebesar Rp 18,1 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: