BI Jatim Optimistis Ekonomi Jatim di Triwulan II/2023 Bakal Lebih Tinggi

Jum'at, 7 Juli 2023 | 09:27 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia Jawa Timur optimistis kinerja ekonomi Jatim bakal terus melaju. Walaupun tingkat inflasi di Jatim pada triwulan II/2023 masih lebih tinggi dibanding nasional, namun dengan melihat sejumlah indikator yang ada, inflasi diperkirakan akan terus melandai.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Doddy Zulverdi mengatakan, kondisi ekonomi Jatim pada triwulan II/2023 cukup mendukung dan cukup kuat. Hal ini dipicu oleh berbagai faktor, utamanya factor musiman. Bahkan sedikit membaik dibanding triwulan I/2023.

“Tren inflasi terus turun, meskipun lebih besar dari nasional tetapi sepanjang kita bisa menjaga dampak kekeringan dan mampu menjaga stabilitas harga pangan, Bank Indonesia cukup yakin dalam beberapa  bulan kedepan inflasi Jatim akan kembali turun seperti nasional,” ungkap Doddy saat Bincang Bareng Media di Kantor BI Jatim, Surabaya, Kamis (6/7/2023).

Ia mengungkapkan, pertumbuhan kinerja di triwulan II ini sejalan dengan potensi kinerja konsumsi swasta dan investasi yang lebih tinggi yang diperkirakan ikut mendorong peningkatan kinerja lapangan usaha Industri pengolahan dan perdagangan.

“Potensi perbaikan konsumsi swasta terutama didorong oleh semakin terkendalinya kasus Covid-19, serangkaian momen HBKN dan libur nasional, pencairan bansos dan THR HBKN Idul Fitri, serta pembebasan sanksi administratif PKB dan BBNKB di Jatim,” ungkapnya.

Investasi juga diprakirakan turut meningkat terutama didorong oleh berlanjutnya Proyek Strategis Nasional (PSN) dan proyek strategis Perpres 80/2019 yang ditargetkan selesai tahun 2023. Selain itu kenaikan investasi korporasi berorientasi domestik sejalan dengan potensi peningkatan permintaan dalam negeri.

Untuk ekspor dan impor luar negeri Jatim pada Mei 2023 juga mengalami perbaikan sebesar 2,43%, tumbuh lebih tinggi dibandingkan April 2023 yang mengalami minus seebesar -38,84%.

“Membaiknya kinerja ekspor luar negeri Jatim pada periode Mei 2023 terutama ditopang oleh mulai membaiknya kinerja ekonomi global yang tercermin dari kenaikan indeks komposit PMI Global dari 54,20 pada April 2023 menjadi 54,40 pada Mei 2023. Di samping itu, kembalinya jam operasional pasca libur panjang Idul Fitri 2023 turut menopang kenaikan kinerja ekspor Jatim,” terang Doddy.

Sementara itu, peningkatan impor luar negeri Jatim pada periode laporan didorong oleh perbaikan kinerja lapangan usaha industri dan adanya impor beras untuk memenuhi Cadangan Beras Pemerintah (CBP).”Neraca perdagangan luar negeri Jatim pada Mei 2023 masih mengalami defisit sebesar US$ 0,66 miliar. Tetapi ini sudah membaik dibandingkan Mei 2022, dimana defisitnya mencapai US$ 0,74 milliar dan April 2023 sebesar US$ 0,71 miliar,” ungkapnya.

Agar ekonomi Jatim terus membaik., maka ada sejjumlah langkah startegis yang telah dan akan terus dilakukan Bank Indonesia Jatim, diantaranya adalah optimalisasi penggunaan QRIS melalui transaksi pembayaran ritel yang cepat-mudah-murah-aman-handal (cemumuah).

Pada bulan Mei 2023, jumlah merchant QRIS di Jatim sebanyak 2,96 juta atau meningkat 46% dibandingkan Mei 2022. Sementgara jumlah pengguna QRIS di Jatim pada Mei 2023 sebanyak 4,95 juta atau meninkat 74% dibandingkan Mei 2022.

“Nominal dan volume transaksi QRIS di Jatim juga naik. Pada Mei 2023, nominal transaksi sebesar Rp1,77 triliun, meningkat 233%, dibanding Mei 2022 dan volume transaki mencapai 17,6 juta transaksi, meningkat 147% dibanding tahun lalu,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: