Wow! Kekayaan Duo Pendiri Whatsapp Tembus Rp245,8 Triliun

Sabtu, 3 Juni 2023 | 09:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Aplikasi WhatsApp yang telah memiliki pengguna terbanyak didirikan oleh Brian Acton dan Jan Koum pada 2009. Seiring dengan itu, pundi-pundi kekayaan keduanya terus meningkat.

Berdasarkan data Forbes, hingga Mei 2023, total kekayaan kedua pendiri WhatsApp menembus US$16,5 miliar atau setara Rp245,8 triliun (kurs Rp14.900 per USD). Total kekayaan itu terdiri dari duit milik Brian Acton sebesar US$2,4 miliar. Sisanya sebesar US$14,1 miliar menjadi kepunyaan Jan Koum.

Melansir feedough, mereka mendapatkan pundi-pundi kekayaan itu dari hasil jerih payah mengoprek-oprek layanan pesan singkat di sebuah kafe internet hingga menjadi sebuah aplikasi perpesanan yang sangat digemari pengguna ponsel cerdas. Kala itu, mereka berdua bertemu saat bekerja di Yahoo.

Kemudian ide pembuatan Whatsapp itu bermula dan muncul ketika Jan Koum membeli iPhone dan dia menyadari adanya potensi besar dari aplikasi App Store yang baru dirilis pada Juli 2008.

Koum mendiskusikan ide tersebut dengan Acton, dan keduanya mulai mengunjungi Alex Fishman untuk mendapatkan lebih banyak wawasan. Namun, mengeksekusi ide ini tidak mungkin dilakukan tanpa bantuan pengembang iOS. Jadi, Alex memperkenalkan mereka pada seorang pengembang Rusia, Igor Solomennikov, yang ditemukannya melalui RentACoder.com.

Awal perjalanannya tidak mulus, namun mereka berhasil melaluinya seperti banyak pengusaha sukses lainnya. Bermodal US$400 ribu, hasil tabungan selama bekerja di Yahoo, Koum dan Jan berhasil mengembangkan aplikasi iOS dan mendirikan "WhatsApp inc" di California pada 24 Februari 2009.

Alasan dinamakan 'WhatsApp' karena terdengar lebih mirip dengan kata 'what's up', yang selaras dengan ide status. Setelah itu, mereka mulai mendemonstrasikan WhatsApp kepada beberapa teman, namun mereka belum puas.

Kemudian saat Apple meluncurkan pembaruan pemberitahuan push pada Juni 2009, Jan memanfaatkan pembaruan ini dan melakukan beberapa perubahan pada Whatsapp. Sebab dia menyadari perlunya meningkatkan model operasi aplikasi status menjadi aplikasi pesan instan berbasis internet. Inilah awal mula munculnya versi 2.0.

Akan tetapi perusahaan mereka WhatsApp, yang telah menghasilkan lebih dari 20 juta dolar per tahun, mereka jual ke Facebook dengan harga US$22 miliar dalam bentuk uang tunai dan saham pada tahun 2014. Nilai tersebut menjadi pembelian terbesar dalam sejarah terkait nilai akuisisi sebuah produk.

Sebagai pendiri, Jan dan Brian tentu saja kecipratan dari akuisisi itu. Koum dan Acton selaku pendiri WhatsApp mendapat US$12 miliar berupa saham Facebook dan US$4 miliar dolar dalam bentuk tunai.

Acton meninggalkan WhatsApp pada akhir tahun 2017. Kemudian selang beberapa bulan, tepatnya April 2018, Jan Koum pun hengkang dari WhatsApp. Aplikasi perpesanan seluler ini memiliki lebih dari 1 miliar pengguna di 180 negara. kbc10

Bagikan artikel ini: