PGN Tebar Dividen 70% dari Laba Bersih 2022

Rabu, 31 Mei 2023 | 11:26 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN selaku Subholding Gas Pertamina menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sebagai komitmen dalam melaksanakan prinsip tata kelola perusahaan Good Corporate Governance (GCG) di Auditorium Graha PGAS, Jakarta, pada Selasa, (30/05/2023).

Dalam keterangan tertulis yang diterima kabarbisnis.com, Selasa (30/5/2023) dijelaskan bahwa RUPST ini mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2022, Laporan Tahunan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Tahun Buku 2022, Pengesahan Laporan Keuangan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2022, serta Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil Perseroan Tahun Buku 2022.

Penetapan Penggunaan Laba Bersih, termasuk Pembagian Dividen untuk Tahun Buku 2022. RUPST menetapkan Laba Bersih yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk  Tahun Buku 2022 sebesar US$326.239.697.

Pertama, sebesar US$228.367.788 atau sebesar 70% dibagikan sebagai deviden kepada pemegang saham sesuai porsi kepemilikkan saham pada perseroan dan dibayarkan secara tunai rupiah dengan kurs Bank Indonesia sesuai tanggal RUPS Tahun Buku 2022 selambat-lambatnya 30 hari setelah ditetapkan dalam RUPS Tahunan Perseroan ini. Dan kedua, sebesar US$97.871.999 sebagai cadangan, termasuk untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan Perseroan.

PGN juga melakukan Ratifikasi Peraturan Menteri BUMN melalui RUPS sebagai berikut:

1. Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-01/MBU/03/2023 Tentang Penugasan Khusus dan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara yang berlaku efektif pada 24 Maret 2023.

2. Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-02/MBU/03/2023 Tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik Negara yang berlaku efektif pada 24 Maret 2023.

3. Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-03/MBU/03/2023 Tentang Organ dan Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara yang berlaku efektif pada 24 Maret 2023.

Pertamina selaku pemegang surat kuasa dari Kementerian BUMN atas PT PGN Tbk mengusulkan perubahan Pengurus Perseroan dan memberhentikan dengan hormat sejumlah pejabat, yaitu M. Haryo Yunianto sebagai Direktur Utama dan Heru Setiawan sebagai Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis.

Untuk mengisi kursi yang kosong, Pertamina mengangkat  Arief Setiawan Handoko sebagai Direktur Utama dan Harry Budi Sidharta sebagai Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis.

Maka susunan keanggotaan direksi dan dewan komisaris PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi sebagai berikut:

Susunan Komisaris

Komisaris Utama: Arcandra Tahar

Komisaris: Warih Sadono

Komisaris: Luky Alfirman

Komisaris Independen: Christian H. Siboro

Komisaris Independen: Dini Shanti Purwono

Komisaris Independen: Paiman Raharjo

Susunan Direksi

Direktur Utama: Arief Setiawan Handoko

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis: Harry Budi Sidharta

Direktur Infrastruktur dan Teknologi: Achmad Muchtasyar

Direktur Sales dan Operasi: Faris Aziz

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Fadjar Harianto Widodo

Direktur SDM dan Penunjang Bisnis : Beni Syarif Hidayat.kbc6

Bagikan artikel ini: