Bauksit dan Nikel Dikategorikan sebagai Mineral Kritis

Senin, 29 Mei 2023 | 19:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menerbitkan aturan klasifikasi mineral kritis. Komoditas mineral yang dikategorikan kritis diantaranya bauksit,timah dan nikel.

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif menuturkan, urgensi dibuatnya aturan ini guna menjaga cadangan dan sumber daya alam sebagai mineral utama yang sangat strategis dan vital mendukung transisi energi. Misalnya sebagai bahan baku industri pembangkit hijau hingga baterai. "Dengan begitu pemanfaatannya harus dikeloa hati-hati agar mampu memenuhi kebutuhan domestik," ujar Irawandy Arif di Jakarta, Senin (28/5/2023).

Irwandy mengemukakan, saat ini setiap negara mempunyai klasifikasi mineral kritisnya masing-masing. Oleh karena itu, Indonesia juga harus memilikinya. Adapun saat ini proses perancangan aturan klasifikasi mineral kritis sudah hampir selesai. "Sudah 95% (progressnya), satu kali putaran lagi," kata dia.

Nantinya dalam aturan tersebut, akan ada 46 sampai 47 mineral yang akan dikategorikan menjadi mineral kritis. "Mineral tersebut ada di dalam negeri, ada yang kita punya, ada yang sudah berupa cadangan dan sumber daya-nya," terangnya.

Irwandy memberikan gambaran, beberapa yang masuk dalam kategori mineral kritis ialah nikel dan timah. Dalam pemaparan Kementerian ESDM sebelumnya, mineral kritis merupakan mineral ikutan dari pertambangan timah, bauksit, nikel, dan pasir besi. Adapun mineral kritis juga mempunyai harga yang tinggi karena termasuk dalam kategori sulit untuk ditemukan, sulit diekstraksi dalam jumlah ekonomis dan sulit disubtitusi logam atau material lain.

Selain mineral kritis, aturan klasifikasi ini juga akan mengatur logam tanah jarang (LTJ).

Di kesempatan terpisah, Menteri ESDM Arifin Tasrif menyatakan pihaknya sedang fokus meneliti LTJ. "Aturan klasifikasi mengenai LTJ sedang disiapkan mudah-mudahan awal bulan sudah bisa kita keluarkan," ujarnya.

Asal tahu saja, saat ini Indonesia telah memiliki jenis-jenis mineral kritis dan LTJ yang berpotensi untuk dikembangkan. Telah banyak diskusi dan diskursus yang dilakukan untuk mendorong pemanfaatan mineral-mineral kritis ini. Namun sayang, hingga saat ini secara spesifik pemerintah belum memiliki rencana yang sangat khusus, termasuk regulasi pengembangan LTJ. kbc11

Bagikan artikel ini: