Marak PHK di industri RI, Menaker ungkap akar masalahnya

Selasa, 16 Mei 2023 | 11:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Masih maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri Tanah Air menjadi perhatian khusus Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah.

Ida menyebut, salah satu yang jadi sebab adalah menurunkan permintaan terhadap perusahaan terkait. Ini bisa disebabkan oleh melemahnya ekonomi Eropa dan Amerika Serikat sebagai salah satu tujuan ekspor untuk produk-produk alas kaki asal Indonesia.

"Kalau padat karya alas kaki misalnya itu memang karena permintaan di Eropa dan Amerika yang berkurang, bahkan tidak ada lagi permintaan," ujarnya dikutip, Senin (15/5/2023).

Ida mengungkapkan dalam upaya mencegah PHK, pihaknya juga telah menjadi mediator antara pekerja dan pengusaha di industri tersebut. Dia mengklaim berhasil mempertahankan cukup banyak pekerja yang terancam PHK.

Menaker pun turut merujuk pada aturan yang dibuatnya. Yakni, Permenaker Nomor 5/2023 tentang Penyesuaian Waktu Kerja dan Pengupahan pada Perusahaan Industri Padat Karya Tertentu Berorientasi Ekspor yang Terdampak Perubahan Ekonomi Global. Menurutnya, aturan ini jadi salah satu upaya untuk mencegah PHK.

"Banyak sekali (mediasi) tapi memang tidak kami rilis itu alhamdulillah dari mediasi itu kami bisa mencari titik temu. Tidak sedikit memang yang bisa kami pertahankan agar mereka tetap bekerja," kata dia.

"Kebijakan diantara Kementerian yang sudah kami lakukan, misalnya kalau teman-teman yang terutama alas kaki yang berorientasi ekspor Eropa dan Amerika yang memang permintaan nya itu berkurang bahkan tidak ada permintaan sama sekali, kami juga kan memberikan kelonggaran dengan berbagai syarat," sambungnya.

Ida menegaskan, jika ternyata terjadi adanya PHK secara sepihak, dia akan melakukan pemanggilan perusahaan yang bersangkutan. Langkah ini sejalan dengan berbagai upaya perlindungan terhadap pekerja.

"Saya kira kami akan panggil antara PHI Jamsos dengan pengawas kita akan panggil, biasanya kami duduk bersama jangan sampai hak-hak pekerja itu tidak dipenuhi terhadap pekerja. banyak sekali mediasi itu," kata dia.

Kembali menyoal gelombang PHK, Ida masih mengatakan kalau itu disebabkan oleh menurunnya kondisi ekonomi Amerika Serikat dan Eropa. Namun, dia berharap tahun ini bisa berangsur membaik. Ditambah lagi dengan pilihan tujuan ekspor lainnya untuk produk asli Indonesia.

"Sebenernya kondisinya terutama tekstil ekspor Eropa-Amerika itu kondisinya tidak baik, tapi kami antisipasi tadi, kami harap kondisinya semakin pulih," paparnya. kbc10

Bagikan artikel ini: