Susul Google dan Microsoft, Spotify bakal pangkas 600 karyawannya

Selasa, 24 Januari 2023 | 08:57 WIB ET

SWEDIA, kabarbisnis.com: Aplikasi layanan musik serta podcast berbasis digital, Spotify berencana akan melakukan efisiensi atau pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya pada pekan ini, menurut orang-orang yang mengetahui rencana tersebut.

Kabar yang beredar, Spotify akal memberhentikan sekitar 600 karyawan atau 6% dari 9.800 tenaga kerja globalnya.

Spotifty beralasan kondisi ekonomi yang suram membuat konsumen dan pengiklan membatasi pengeluaran mereka. Saham Spotify naik lebih dari 3% pada hari Senin di tengah berita PHK tersebut.

Spotify, yang berbasis di Swedia tetapi terdaftar di New York Stock Exchange, mengirimkan memo internal kepada staf pada hari Senin untuk mengumumkan PHK tersebut.

CEO Spotify Daniel Ek mengatakan manajemen akan melakukan percakapan empat mata dengan karyawan yang di-PHK.

"Seperti banyak pemimpin lainnya, saya berharap untuk mempertahankan perusahaan dari angin kencang pandemi dan percaya bahwa bisnis global kami yang luas dan risiko yang lebih rendah terhadap dampak pelambatan iklan akan melindungi kami," kata Ek.

"Kalau dipikir-pikir, saya terlalu ambisius dalam berinvestasi sebelum pertumbuhan pendapatan kami. Dan untuk alasan ini, hari ini, kami mengurangi basis karyawan kami sekitar 6% di seluruh perusahaan," sambungnya.

Ek mengatakan, dalam catatan kepada karyawan bahwa dia mengambil pertanggungjawaban penuh atas langkah PHK.

Perusahaan mengatakan dalam pengajuan Securities and Exchange Commission (SEC) bahwa PHK akan memnimbulkan biaya pesangon €35 juta (Rp 571,4 miliar) hingga €45 juta.

Langkah Spotifiy melakukan PHK mengikuti Google, Amazon, dan Microsoft yang mem-PHK ribuan karyawan mereka. Tren yang melanda perusahaan-perusahaan teknologi ini terjadi sejak tahun lalu karena mereka terlalu banyak mempekerjakan karyawan di era pandemi.

Pada Oktober 2022 lalu, Spotify melaporkan pendapatan kuartal ketiga secara keseluruhan tumbuh 21% menjadi 3 miliar euro, dipimpin oleh pertumbuhan pelanggan berbayar, sementara pendapatan iklan naik 19% menjadi 385 juta euro berkat program podcast. Kerugian naik tiga kali lipat menjadi 228 juta euro akibat pertumbuhan jumlah karyawan dan biaya iklan yang lebih tinggi. kbc10

Bagikan artikel ini: