Badai PHK landa Microsoft, 11.000 pekerjanya terancam dirumahkan

Jum'at, 20 Januari 2023 | 13:00 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Raksasa teknologi Microsoft dikabarkan bakal melakukan pemutusan hubungan kerja ( PHK ) di sejumlah divisi.

Seorang penyiar Sky News, tv berita Inggris, melaporkan, mengutip dari seorang sumber bahwa gergasi teknologi yang didirikan oleh Bill Gates itu akan mem-PHK 5% tenaga kerjanya, atau sekitar 11.000 pekerja.

PHK itu terjadi di berbagai divisi, mulai dari divisi sumber daya manusia (SDM) hingga teknik. Jika itu terwujud, maka Microsoft mengikuti jejak sejumlah perusahaan teknologi lainnya di Amerika Serikat.

Sebelumnya, Amazon dan Meta Platforms Inc (META.O) telah mengungumkan langkah penghematan sebagai respons atas permintaan yang melambat dan prospek ekonomi global yang memburuk.

Tentu saja, langkah Microsoft semakin memperlihatkan bahwa sektor teknologi dapat terus melakukan PHK.

"Dari perspektif yang besar, PHK yang tertunda di Microsoft menunjukkan lingkungan tidak membaik, dan kemungkinan terus memburuk," kata analis Morningstar, Dan Romanoff, dikutip dari Reuters, Kamis (19/1/2023).

Bloomberg News juga telah melaporkan bahwa Microsoft berencana untuk memangkas pekerjaan di sejumlah divisi teknik.

Menurut seseorang yang mengetahui masalah tersebut, Microsoft dapat memangkas perekrutan staf sebanyak sepertiga. Pemotongan akan jauh lebih besar daripada putaran lainnya dalam satu tahun terakhir, kata laporan Bloomberg.

Microsoft sendiri menolak mengomentari laporan tersebut. Untuk diketahui, Microsoft memiliki 221.000 karyawan penuh waktu, termasuk 122.000 di Amerika Serikat dan 99.000 di sejumlah negara. kbc10

Bagikan artikel ini: