Majukan industri kreatif, Astragraphia gandeng BEDO kembangkan Rumah Tutur

Selasa, 20 Desember 2022 | 19:28 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Astra Graphia Tbk (Astragraphia) terus memberikan nilai tambah dalam pelaksanaan kontribusi sosial perusahaan berkelanjutan yang berfokus pada empat pilar, yakni: kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.

Sebagai perusahaan publik yang bergerak di bidang printing & digital services, Astragraphia punya komitmen untuk bergerak bersama dan berkontribusi nyata bagi masyarakat luas, khususnya dalam industri kreatif dalam negeri.

Chief of Business Strategy & Development and Corporate Communications PT Astra Graphia Tbk, Satryo Dewandono mengatakan, Astragraphia mengarahkan program kontribusi sosial untuk pengembangan masyarakat (community development) yang berkelanjutan dengan menanamkan semangat kolaborasi untuk membawa dampak yang lebih luas bagi industri kreatif.

"Tahun ini, Astragraphia melalui program Kelas Astragraphia untuk Industri Kreatif (Kelas ASIK) bekerja sama dengan Business and Export Development Organization (BEDO), mendukung inovasi dan pengembangan UMKM dengan memberikan pelatihan, workshop, konsultasi desain, dan fasilitas mencetak kemasan kreatif menggunakan teknologi digital printing yang kami miliki," ujar Satryo Dewandono dalam Press Briefing "Keberlanjutan Kontribusi Sosial Astragraphia untuk Indonesia" yang diadakan di Rumah Tutur, Panglima Polim, Jakarta, Selasa (20/12/2022).

Sebagai bentuk komitmen Astragraphia dalam mendukung industri kreatif dalam negeri, pada kegiatan kontribusi sosial Astragraphia di pilar pendidikan, Astragraphia juga menjalankan serangkaian kegiatan pembekalan ilmu berkelanjutan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) multimedia dan desain komunikasi visual.

Satryo Dewandono mengatakan, sepanjang tahun 2022, Astragraphia menjalankan program Competence Aid Program (CAP), yaitu kegiatan berbagi ilmu dan pendampingan khusus untuk SMK multimedia dan desain komunikasi visual. Astragraphia juga aktif memberikan dukungan pendampingan kepada SMK sebagai bagian dari Program SMK BISA Link & Match Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Serangkaian kegiatan pendampingan dilakukan sesuai dengan kompetensi dan keahlian Astragraphia, yang terdiri dari penyelarasan kurikulum untuk kompetensi keahlian, pelatihan, dukungan fasilitas sekolah, dan pelaksanaan program magang, serta kunjungan industri bagi siswa dan guru.

"Seluruh aktivitas ini menjadi wujud dukungan Astragraphia dalam metode pembelajaran teaching factory yang disesuaikan dengan suasana industri sehingga mereka mendapatkan pengalaman kerja, menjadi sumber daya unggul, dan siap untuk memasuki dunia kerja, khususnya di industri kreatif," ujar Satryo.

Dirinya menambahkan, Astragraphia ke depan akan memperluas kontribusi dalam bidang pendidikan anak melalui aplikasi teknologi, produk, dan solusi yang dimiliki Astragraphia Group di bidang printing dan digital. "Hari ini secara bersamaan, kami juga menyelenggarakan acara Rumah Dongeng di Rumah Tutur berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Pada kesempatan ini, Astragraphia turut mendukung pencetakan buku dongeng dan objek visual tiga dimensi yang dapat anak-anak miliki dan bawa pulang," terang Satryo.

Kolaborasi tersebut bertujuan untuk mendorong minat anak-anak untuk membaca, bercerita, dan mengenalkan anak-anak kepada budaya bercerita yang dimiliki Bangsa Indonesia sejak lama. Penyelenggaraan Rumah Dongeng dihadiri oleh sekitar 50 anak PAUD dan TK se-Jakarta Selatan dengan rangkaian kegiatan mendongeng, melatih anak bercerita, hingga aktivitas mewarnai.

Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf, Syaifullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Astragraphia karena sudah memberikan perhatian khusus kepada sektor ekonomi kreatif terutama mendukung program di Rumah Tutur. "Kami percaya dengan kolaborasi ini, Astragraphia sebagai perusahaan yang kompeten dalam hal teknologi digital printing dan 3D printing dapat mendukung keberlanjutan Rumah Tutur sebagai tempat pengembangan kreativitas lintas generasi secara mandiri," tutur Syaifullah.

Dirinya berharap keberadaan Rumah Tutur dapat difungsikan sebagai pusat workshop, inkubasi, dan edukasi masyarakat untuk pengembangan industri kreatif dan pemberdayaan ekonomi kreatif baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Saat ini, Astragraphia berkomitmen menjadi perusahaan yang lebih tangguh dan berkelanjutan dengan bertransisi mewujudkan aspirasi keberlanjutan melalui Triple-P Roadmap Strategy yang terdiri dari Portfolio, People, dan Public Contribution. Aspirasi keberlanjutan Astragraphia akan menjadi panduan perusahaan dalam melangkah lebih jauh untuk mewujudkan keberlanjutan yang berfokus pada masyarakat, iklim, dan bumi. kbc11

Bagikan artikel ini: