Adopsi teknologi Jepang dan Eropa, Tongtai tawarkan solusi manufaktur cerdas

Senin, 5 Desember 2022 | 19:39 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Industri manufaktur global menghadapi tantangan dan peluang baru di masa pasca pandemi saat ini, antara lain yakni terkait dengan industri kendaraan listrik dan sektor energi hijau.

Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagi para produsen untuk mengadopsi manufaktur yang cerdas agar dapat mengoptimalkan proses dan meningkatkan efisiensi, untuk beradaptasi dengan permintaan yang berubah-ubah.

Sebagai 5 pengekspor peralatan mesin teratas dunia, Taiwan memiliki latar belakang yang kuat dalam peralatan IT dan telekomunikasi, serta rantai pasokan peralatan mesin yang lengkap. Perusahaan-perusahaan Taiwan pun memiliki keahlian dalam memberikan solusi manufaktur cerdas, yang bisa disesuaikan dengan permintaan klien dalam waktu singkat.

Oleh karena itulah Taiwan Smart Manufacturing terus melakukan sosialisasi dengan mengikuti sejumlah pameran, salah satunya pameran manufakturing yang digelar di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Dalam even tersebut, salah satu brand menufacturing asal Taiwan yaitu Tongtai, berbagi solusi manufaktur cerdas TLM (dengan fungsi penjadwalan produksi dan sistem Tooling RFID), yang memastikan efisiensi pemesinan pada status terbaiknya dan membantu pelanggan membebaskan 75% ruang pabrik, menghemat 50% biaya tenaga kerja dan biaya pengelolaan.

"Mesin-mesin Tongtai di Taiwan sendiri sudah diproduksi lebih dari 50 tahun, teknologinya mengadopsi dari Jepang dan Eropa. Banyak model mesin itu kami ambil dari transfer teknologi dari Jepang. Bisa dibilang kami itu kelas premium-nya," ujar Sales Manager Tongtai’s Intelligent Manufacturing Solution Indonesia Representative, Dapi Gadapi dalam keterangan resmi yang diterima kabarbisbis.com, Surabaya, Senin (5/12/2022).

Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa Tongtai berdiri tahun 1969, dimana pada awalnya mereka membuat komponen untuk mesin-mesin manufaktur saja. Akan tetapi karena permintaan pasar, akhirnya Tongtai memutuskan untuk memproduksi mesin CNC juga. Dan hingga saat ini populasinya di Indonesia sudah mencapai 1.200 unit sejak Tongtai Indonesia didirikan 18 tahun yang lalu.

Untuk diketahui, pada tahun 2021 nilai ekspor produk mesin Taiwan adalah US$27,53 miliar, peningkatan tahunan sebesar 31,7%. Dari Januari hingga Oktober 2022, nilai ekspor naik menjadi US$2,50 miliar, meningkat 11,4% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021.

Taiwan adalah rumah bagi sejumlah produk teknologi tinggi, termasuk model mesin industri yang canggih dan beberapa peralatan mesin. Selama bertahun-tahun, Taiwan tetap menjadi pemasok terbesar ketiga peralatan mesin pintar untuk pasar Indonesia.

Kemudian pada tahun 2021 Taiwan telah mengekspor produk mesin pintar senilai US$379,965 juta ke Indonesia meningkat sebesar 6,82% dibandingkan tahun 2020. Dari total mesin bubut yang diluncurkan pada tahun 2021, Indonesia menyerap sekitar US$46,011 juta  untuk peralatan tersebut. Taiwan menyumbang 11,1% dari total, senilai USS$5,106 juta.

Mengenai pusat permesinan, Indonesia mengimpor total US$43,257 juta selama periode yang sama, dengan Taiwan memasok 10,02% dari seluruh permintaan Indonesia, atau sekitar US$2,906 juta, sehingga menjadi pemasok terbesar ketiga di Indonesia.kbc6

Bagikan artikel ini: