D-NET komitmen bantu pemerintah dongkrak potensi ekonomi daerah

Jum'at, 28 Oktober 2022 | 21:26 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sebagai salah provider internet dalam negeri, D-NET memiliki komitmen kuat membantu pemerintah mengembangkan potensi ekonomi daerah dengan memberikan akses internet yang stabil, termasuk di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).

CEO D-NET Surabaya Caroline Gondokusumo saat perayaan HUT ke-25 D-NET di Surabaya, Jumat (28/10/2022) mengatakan bahwa saat ini digitalisasi sudah menjadi keniscayaan bagi seluruh lapisan masyarakat. Tetapi di Indonesia, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dan dicarikan solusinya, salah satunya adalah pemerataan teknologi di daerah.

"Masih banyak desa yang belum terkoneksi internet. Itulah tantangan yang harus kita selesaikan bersama supaya semua daerah dan desa terkoneksi dengan internet. Karena dari situ kita bisa menggerakkan ekonomi. Ketika semua terkoneksi, maka UMKM bisa bergerak dan berjualan online sehingga ekonomi bisa bergairah, bisa bergerak cepat," ujar Caroline.

Untuk itu, D-NET memberikan dukungan kepada pemerintah, bekerjasama melakukan pembangunan instalasi internet di daerah dan berupaya meningkatkan literasi digital. "Ini juga dalam rangka bagaimana masyarakat di daerah bisa menjual hasil bumi mereka," tandasnya.

Dan dalam memaknai perjalanan 25 tahun ini, D-NET Surabaya membuktikan eksitensinya sebagai Internet Service Provider yang berkualitas dan telah memberikan kontribusi dalam percepatan pembangunan infrastruktur  yang belum memiliki koneksi internet.

Hal tersebut sejalan dengan visi misi perusahaan yaitu D-NET akan terus berkomitmen mendukung pembentukan budaya masyarakat digital lewat pemerataan pembangunan infrastruktur dan percepatan transformasi digital, serta terus memberikan konektivitas sampai ke pelosok negeri.

Langkah ini seiring dengan keinginan pemerintah pusat maupun daerah untuk menggencarkan berbagai program digitalisasi di segala lini, termasuk UMKM. "Karena sejatinya suka tidak suka, siap tidak siap, digitalisasi pasar adalah keniscayaan dan tidak dapat ditolak dalam era revolusi digital," tegasnya.

Selain itu, besarnya potensi ekonomi digital di Indonesia tidak boleh disia-siakan oleh pelaku usaha kecil maupun industri yang sudah mapan. "Karena dengan semakin banyaknya UMKM yang terlibat dalam rantai ekonomi digital, baik melalui bisnis elektronik, media sosial, ataupun berbagai marketplace, maka dapat lebih cepat merangsang pertumbuhan pendapatan dan penyediaan lapangan kerja," ujar Carolin.

Pelaku usaha, lanjut Carolin, harus memanfaatkan digitalisasi demi menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan perkembangan digital yang sangat pesat, sudah saatnya Indonesia tidak hanya menjadi target pasar. Tapi juga harus jadi pemain utama.

 

Lebih lanjut dia mengungkapkan, manfaat digitalisasi bagi pelaku usaha sebenarnya sangat banyak. Pertama, memperluas jangkauan karena digitalisasi memungkinkan pelaku usaha untuk memiliki jangkauan pemasaran yang lebih luas bahkan bisa ke pelosok negeri.

Kedua, meningkatkan pendapatan. Sebab, semakin luas jangkauan pemasaran suatu bisnis, maka pasti penghasilan pun akan meningkat. Ketiga, mempermudah transaksi karena zaman sekarang sudah banyak masyarakat yang menggunakan pembayaran digital dalam transaksinya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Rahmad Harsono menambahkan, digitalisasi memang sudah tidak bisa ditawar lagi. Siber power juga jadi hal yang harus diperhatikan menjadi tanggung jawab bersama.

"Tidak hanya pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Kami ingin menyadarkan masyarakat tentang pentingnya siber. Digital sangat penting apalagi saat ini masuk pada industri 4.0. Kita harus tingkatkan daya kompetitif bangsa sehingga kita bisa lawan negara lain yang maju, banyak investasi masuk ke sini, jangan sampai literasi rendah pengguna internet banyak," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: