Jawab tantangan di era 4.0, IPH hadirkan Smart Classroom Learning Experience

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 04:34 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sebagai salah satu sekolah berstandar internasional, IPH Schools senantiasa melakukan inovasi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman.

Kali ini, sekolah yang salah satu kurikulumnya mengacu pada kurikulum Cambridge tersebut meluncurkan model pembelajaran "Smart Classroom Learning Experience", yaitu model pembelajaran dengan menggunakan teknologi IT. "Smart Classroom Learning Experience" ini akan diterapkan di kelas 10 atau Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun ajaran 2023.

"Tujuannya adalah yayasan akan memberikan layanan pembelajaran untuk menjawab tantangan di depan, khususnya dalam menanggapi kemajuan teknologi," ujar Kepala Sekolah SMP dan SMA IPH Schools, Stephanus Budiono saat peluncuran program "Smart Classroom Learning Experience" di Surabaya, Jumat (30/9/2022).

Untuk mempersiapkan model pembelajaran tersebut pihak yayasan sudah mulai membekali para guru tentang teknologi di tahun 2020 hingga tahun 2021, sehingga para guru sudah terbiasa menggunakan IT. "Dan mulai tahun ini, khususnya anak-anak kelas 9 sudah kami persiapkan," tandasnya.

Pembelajaran dengan menggunakan teknologi dinilai sangat penting untuk membiasakan anak didik menggunakan teknologi, terlebih saat ini sudah masuk di era 4.0, dimana teknologi menjadi salah satu kunci keberhasilan seseorang.

"Ini untuk mempersiapkan anak-anak kita, karena dalam setiap tahun, anak-anak kita hampir 50 persen ke luar negeri. Untuk bahasa Inggris sudah terbiasa dan penggunaan IT ini secara akademik akan melengkapi skill mereka sehingga bisa menjawab tantangan zaman dan tercapai apa yang kita harapkan serta mampu mewujudkan visi sekolah," ungkap Stephanus Budiono.

Pada tahap awal, smart classroom learning experience hanya diterapkan di kelas 10 atau SMA kelas satu. Namun program ini tidak menutup kemungkinan juga akan diterapkannya di jenjang pendidikan yang lebih rendah seperti di SMP dan SD.

"Karena saat ini, anak-anak kecil pun sudah mahir menggunakan teknologi. Dan di IPH, penggunaan teknologi di semua mata pelajaran karena sangat mungkin," tandasnya.

Upaya ini sebagai wujud komitmen IPH  menjadikan mereka sebagai digital citizen yang paham akan etika saat menggunakan teknologi. Dalam pelaksanaannya, IPH mewajibkan siswanya menggunakan iPad karena dianggap educational friendly, memiliki kualitas yang sangat bagus dan tidak mudah terkena virus.

"Kita persiapkan secara  dengan melakukan penelitian dan kajian hingga akhirnya kami memutuskan menggunakan iPad karena educational friendly, app di iPad sangat penunjang pembelajaran dan secara mesin lebih kuat. Juga secara ios lebih bagus sehingga masuknya virus juga sangat kecil," ungkap Konselor IPH Schools Matraisa Baraasie.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Bagian Kurikulum IPH Schools Yael Narwastu Jati bahwa penggunaan iPad sangat membantu proses belajar mengajar. "iPad lebih mobile dan lebih fleksibel, juga bisa dipakai diskusi dimana pun," katanya.

Salah satu siswa kelas 9, Terrence Emmanuel Noah Tanardi mengaku, penggunaan aplikasi yang tersedia sangat bermanfaat, membantu dalam meningkatkan kreatifitas, kemauan dan kreativitas dan kemauan belajar anak serta mempermudah dalam mengerjakan tugas.

"Ini sangat berguna dan membuat belajar menjadi lebih menyenangkan karena sistem yang baru dan aplikasi yang mendukung. Bahkan lebih menyenangkan dari pembelajaran sebelumnya," pungkas Terrence.kbc6

Bagikan artikel ini: