Bola liar dari wakil rakyat itu berupa penghapusan daya listrik 450 VA

Rabu, 14 September 2022 | 18:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat mengusulkan agar pemerintah melalui PT Perusahaan Listrik Negara ( PLN/Persero) menghapus pengguna listrik rumah tangga golongan 450 VA. Pelanggan 450 VA rumah tangga ini harus beralih menjadi pelanggan rumah tangga 900 VA.

Bukan hanya itu, DPR juga mengusulkan agar pelanggan rumah tangga 900 VA juga naik kelas menjadi pelanggan 1.300 VA. Kepala Banggar Said Abdullah mengkklaim usulan ini sudah disepakati pemerintah. Dia beranggapan pelanggan di bawah garis kemiskinan dinaikkan menjadi rentan miskin ini tanpa memakan biaya.

Namun, Plt Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Dadan Kusdiana membantah adanya rencana penghapusan daya listrik rumah tangga 450 VA. Menurutnya, informasi tersebut tidak lengkap. Rincian bahasannya adalah bukan penghapusan golongan namun membuat subsidi listrik lebih tepat sasaran.

Dari sekitar 24,3 juta pelanggan 450 VA terdapat sekitar 9,5 juta yang masuk dalam DTKS. Sedangkan dari 14,8 juta pelanggan 450 VA Non DTKS.

Saat ini, pemerintah telah melakukan survei untuk 12,2 juta dengan menghasilkan sekitar 50,1% yang berhak menerima subsidi dan sekitar 49,9% atau 6,1 juta yang ditengarai tidak tepat sasaran. Angka itu berpotensi bertambah sampai survei dilakukan seluruhnya.

Atas hal ini, PT PLN mengaku akan menjalankan kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Mengingat PLN merupakan satu-satunya perusahaan negara yang mengatur distribusi listrik kepada semua pelanggan berbagai lapisan masyarakat.

"PLN akan menjalankan kebijakan dan keputusan yang diambil secara bersama oleh pemerintah dan DPR untuk kepentingan rakyat," kata Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, kepada wartawan, Jakarta, Rabu (14/9/2022).

Adi menuturkan, PLN akan memastikan penyaluran listrik kepada seluruh lapisan masyarakat semakin berkualitas. Sehingga bisa mendukung kegiatan ekonomi masyarakat agar menjadi lebih produktif lagi. "PLN berkomitmen dan memastikan pelayanan ketenagalistrikan bagi masyarakat untuk setiap lapisan tetap andal dan berkualitas untuk mendukung kegiatan ekonomi yang semakin produktif," tuturnya.

Alih-alih meningkatkan taraf hidup masyarakat kelas bawah, Ketua Indef, Tauhid Ahmad, justru meminta golongan 450 VA ini tidak dihapus. Sebab masih banyak masyarakat miskin yang hanya memerlukan daya dan listrik murah sesuai kebutuhannya.

"Jangan dihapus, tidak boleh dihapus karena masyarakat yang butuh ini masih banyak. Memang masyarakat miskin tidak dikenakan biaya, namun pembayaran tagihan bulanan akan lebih besar karena abodemen dan tarif listriknya bisa jadi lebih mahal," tegas Tauhid.kbc11

Bagikan artikel ini: