Pemerintah gelar OP, pedagang besar langsung banting harga telur

Jum'at, 2 September 2022 | 20:39 WIB ET
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat meninjau operasi pasar di Pasar Minggu dalam rangka stabilisasi harga telur untuk masyarakat.
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat meninjau operasi pasar di Pasar Minggu dalam rangka stabilisasi harga telur untuk masyarakat.

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA) bersama ID Food- Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan menggelontorkan 25 ton telur ayam ras sebesar Rp 25.000 per kilogram (kg) per hari ke pedagang di lima pasar di Jakarta. Kemudian, konsumen menembus di harga Rp 27.000 per kg.

Namun, mendengar informasi tersebut oknum pedagang besar dengan sengaja menurunkan harga jual telur dengan harga lebih rendah. Ikatan Pedagang Pasar Indonessia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengatakan, oknum pedagang besar menurunkan harga jual ke pedagang pasar menjadi Rp 24.800 per kg.

Padahal, rerata harga telur di pasaran masih bertengger di kisaran Rp 29.000 per kg-Rp 31.000 per kg. Berdasarkan data Bapanas, harga telur ayam ras di Jakarta pada hari ini sebesar Rp 30.590 per kg. Artinya, harga telur ayam yang dijual OP lebih murah Rp 3.590 per kg.

Namun pantuan kabarbisnis.com di sejumlah warung tradisional di bilangan Sawangan, Depok dan Ciputat harga telur sudah berangsur turun di kisaran Rp 28.000 per kg-Rp 29.000 per kg.

Mansuri mengatakan, langkah para pemain besar yang menurunkan harga itu lantaran takut kehilangan pasar. Menurutnya, pemain besar telur ayam lebih memilih rugi ketimbang harus kehilangan langganan. "Tapi, kami tidak akan menyerah. Stok (operasi pasar) yang ada saat ini akan kita habiskan dan langsung dijual ke pedagang," kata Mansuri, Jumat (2/9/2022).

Mansuri menilai, pasokan telur ayam langsung ke pedagang pasar penting agar langsung mengubah harga. Jika operasi pasar tak berlangsung di pasar, harga di pasar akan tetap tinggi.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mewanti-wanti operasi pasar harga telur di pasar jangan sampai merusak harga ayam di sentra produksi tidak boleh turun. Karena itu, Bapanas memberikan subsidi logistik untuk pengiriman telur dalam operasi pasar ini agar harga jual ke pedagang pasar mencapai Rp 25.000 per kg.

Arief menekankan, operasi pasar hari ini tidak menjatuhkan harga telur ayam di tingkat peternak. Tujuan utama operasi pasar kali ini adalah stabilisasi harga di tingkat pedagang pasar tradisional dengan menurunkan harga pembelian yang sudah disepakati peternak.

Arief mengatakan, akan mengonfirmasi temuan Ikappi terkait oknum pedagang besar telur ayam yang merusak harga di pasar. "Kalau ada pedagang besar yang menjatuhkan harga telur ayam, kita tidak mau itu terjadi," kata Arief.

Telur ayam ras yang dipasok melalui operasi pasar tersebut berasal dari Jawa Tengah, tepatnya dari Koperasi Unggas Sejahtera Kendal dan Koperasi Putera Blitar. Telur tersebut akan disalurkan ke pasar-pasar yang dikelola oleh PD Pasar Jaya.

Arief mengatakan, alasan pemilihan DKI Jakarta sebagai lokasi operasi pasar adalah tingginya kontribusi inflasi Jakarta kepada inflasi nasional atau hingga 27%. Karena itu, Bapanas menciptakan rantai pasok tertutup antara daerah produksi telur dan perusahaan daerah miliki Jakarta untuk menekan harga telur di tingkat konsumen.

"Kami memulai operasi pasar untuk mengintervensi harga telur ayam dari kemarin. Sebanyak 10 truk setiap hari atau kurang lebih 5% dari kebutuhan DKI Jakarta dikirimkan pada operasi pasar ini," kata Arief.

Arief berharap langkah pemprov Jakarta mensubsidi biaya logistik juga dapat diikuti pemerintah daerah lainnya Pasalnya, Kementerian Keuangan menjelaskan pemerintah daerah dapat menggunakan 2% dari dana alokasi umum (DAU) daerah untuk menekan inflasi, dalam hal ini inflasi dari harga telur ayam ras.

Arief mengatakan, langkah tersebut penting untuk mengendalikan inflasi nasional agar tak melebihi pertumbuhan ekonomi nasional. Pada akhir semester I-2022, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,44%, sedangkan inflasi nasional adalah 4,94%.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan optimistis harga telur ayam ras akan turun mulai pekan depan. Saat ini, dia mengatakan, harga telur ayam secara perlahan terus bergerak turun hingga di bawah Rp 30.00 per kg.

"Jawa Timur sudah sekitar Rp 27 ribu per kg, Jawa Barat Rp 29 ribu-Rp 30 ribu per kg, lalu di Aceh sampai Lampung sudah Rp 29 ribu per kg. Mudah-mudahan minggu depan harga bisa lebih turun lagi," kata Zulhas, begitu dia biasa disapa.

Zulhas menuturkan, kenaikan harga telur ayam akhir-akhir ini karena tingginya permintaan. Apalagi, industri hotel, restoran, dan katering sudah mulai pulih dan membuat permintaan telur sebagai bahan baku makanan meningkat.

Sementara, produksi telur ayam ras tengah mengalami penurunan sekitar 30 % secara nasional imbas adanya pengurangan populasi sejak tahun lalu akibat pandemi Covid-19. "Di bulan Agustus juga begitu, banyak pesat, acara, dan sebagainya. Tapi sekali lagi sudah berangsur-angsur turun," kata Zulhas.kbc11

Bagikan artikel ini: